Feeds:
Posts
Comments

Archive for February, 2010

Mami Cindy begitu saya menyebutnya, sebuah sosok yang aduhai, pleasure for the eye, cantik, body ok, punya style yang menarik, pokoknya most-wanted banget, satu lagi, sosoknya pun menyenangkan (sama sekali bukan mami-mami kok, tapi entah kenapa saya lebih comfortable memanggilnya dengan sebutan ‘mami’, dan bukan berarti juga saya ‘anaknya’ yah). Di suatu ketika, seperti biasa kami ngobrol ngalor ngidul lalu sampailah di sebuah topik yang rasanya tidak akan ada habisnya dibahas. Seru, simple dan complicated. Hayulu..bingung juga yah.. Saya sebut deh ‘SELINGKUH’. Yap, tidak lain dan tidak bukan, perselingkuhan, yang bisa membuat anda terbuai siang dan malam, gak enak makan, gak enak tidur, gak enak ngapa2in.. Sparksnya itu gimanaaa gitu. Tapi pada akhirnya bikin stress, bikin uring-uringan dan jadi serba rempong kata anak gaul sekarang. Kenikmatan sesaat.

Begitu disodori topik berikut yang masih panas tentunya, Mami Cindy pun nyerocos bak mami-mami, padahal suer deh bukan seorang ibu yang pake konde kok orangnya. “Kalo keadaan yang kaya jalan bareng, tapi udah pegangan tangan, peluk-pelukan, atau layaknya orang pacaran, padahal sebenarnya mereka gak pacaran, sedangkan salah satunya memang sudah punya pacar” begitu jawabnya ketika saya minta dirinya merumuskan apa sih itu selingkuh.

Pengalaman pribadinya pun ikut bicara, “Gue pernah diduain. Jadi ceritanya nih cowo udah punya cewe, tapi karena alesan si cewe ini super protektif dan possesif, jadi dia gak betah dan akhirnya dia jadi deketin gue. Pake bilang sayang pula.” Saya manggut-manggut aja dengan pengalamannya itu, terus saya korek lagi, apa dia menanggapi si cowo tersebut yang notabene sudah punya seorang wanita yang jealous dan possesif amit-amit. Dengan gayanya si mami Cindy menegaskan, “I know it’s bad. Tapi gue malah jadi tertantang untuk ngerjain cowo itu, maksudnya bikin dia nyadar kalo selingkuh itu bukan solusi. Gue sengaja bikin dia jadi suka dan sayang banget sama gue.” Ahhh menyesal saya kenapa juga gak tanya akhirnya gimana cerita ini. Happy ending atau not-so-happy ending. Ah ya sudahlah, sudah berlalu.

Saya pun membawanya ke pembahasan yang lebih dalam, saya bilang, concept rumput tetangga selalu lebih hijau itu apakah benar. Mami langsung bilang, itu gak benar, mau rumput tetangga lebih hijau kek, lebih subur kek, lebih tinggi, lebih langsing, lebih semok, berbunga juga, tapi kan tetep engga bener. Harus control ourselves dong. Begitu kurang lebih nasihatnya. “Gue akan lebih tenang, kalau gue mengakhiri hubungan gue yang sekarang kalau memang ada ketidak-cocokkan, and I am ready to start a new one, daripada nyerempet2 ke rumput tetangga.” Hmm.. you got one point. Moreover, by the end of the day, saya dan dirinya setuju bahwa niat untuk selingkuh maupun untuk tidak selingkuh itu kembali ke individual masing-masing.

“Menurut gue ya, selama pasangan kita bilang mereka ngapain aja, and there is no romance in it, then I don’t find that as an affair”. Lalu dia pun lanjut dengan bahasanya yang diplomatis itu, “Jadi gini ya, I believe in Karma. You will get what you give to others.” Ok deh mamiiii.

Finally, si mami pun berpesan untuk para single: jangan pernah mau dijadikan selingkuhan, it’s not fun at all while you can do other things yang lebih fun and awesome. Untuk yang sudah berpasangan in a relationship: Appreciate and love whom you already have. Always control yourself. Dannnn terakhir, untuk para selingkuhan: stop what you do right now and start a new relationship with a person whom can appreciate and love you with all their hearts.

Kalau sampai baris ini, anda terbayang atau memikirkan seseorang yang bukan partner anda, mungkin ada baiknya anda pikirkan dulu demi yang terbaik. Syukur deh kalau ternyata tetangga anda tidak berumput. Yang penting rumah anda berumput kan? Hijau, kuning, kelabu apapun deh warna rumputnya, coba dirawat tiap hari, siapa tau suatu saat bunganya juga warna-warni. Let’s make life a little bit more colorful just like this blog! Pada akhirnya si mami pun bilang, “Udah ya mami mau merumput dulu..” Nah lohhh, apa itu tandanya rumahnya tidak berumput? mau nyolong rumput tetangga? mau makan rumput? ah sudahlah, semoga rumputnya pas ya mami seperti yang engkau harapkan; asal jangan rumput orang engkau embat.

Read Full Post »

the chocolate cake shop

Jangan kaget dulu kalau ternyata postingan yang kali ini backgroundnya putih. Ini sesuai dengan concept si awfully chocolate itu yang sangat amat minimalist. Sebenarnya bukan pertama kali nih saya beli kue coklat maha dashyat ini. Bukan to the L to the Bay ya alias lebay, tapi memang benar kalau kata orang don’t judge the book by its cover (trust me sometimes it works!!), keliatan dari luarnya sih biasa aja, tapi rasanya bener2 a little (or a big) piece of heaven on earth. Big kalau anda menghabiskan satu loyang anda sendiri. Usut punya usut, ternyata si kue coklat ini jam terbangnya sudah lumayan tinggi di Singapura. Meskipun saya gak pernah berhasil menemuinya disana. Simpelnya, The-cake-that-make-you-feel-like-uhmmmmm..sambil merem melek.. terlena dan terbuaiiii..

Tokonya sendiri benar-benar minimalist; kalau tanpa plang, kayanya tidak akan ada yang tau kalau itu toko kue, abis design nya mirip cafe atau salon gitu. Kalau suatu hari anda melewati sebuah toko putih banget di Jalan Senopati, gak ada apa2nya cuman kadang keliatan kepala si mbak menyembul di balik meja, lalu ada tulisan ‘awfully chocolate’ nah itu dia yang saya bahas. Coba deh mampir. Semua serba putih. Tapi jangan takut, pilihan kuenya tetap coklat kok, bukan putih. Minimalist: mau yang chocolate doang, chocolate with banana atau chocolate with rum and cherry. Ukurannya pun cuman 2 options, mau ½ kg atau 1kg kalau anda memutuskan untuk share the guilt. Kembali lagi ke concept, di ruangan itu ada meja dan sofa yang juga warna putih, sebenarnya bikin bingung juga, makan di tempat udah pasti engga mungkin, minum pun mereka gak jual, lalu buat apa ya..Hmm.. mungkin buat pajangan aja daripada ruangan itu kosong. Meja si mbak pun bener2 putih polos. Yang ada album hitam lumayan besar memuat foto2 kue yang sudah ditulis2i.. mulai dari BIRTHDAY, XMAS dan sebagainya. Conceptnya minimalist jangan membayangkan si mbak juga minimalist atau pake rok supermini ya, tapi emang lumayan kurus2 dari dulu, gak ada yang gede gitu.. kaosnya si mbak pun cuman ditulis ‘I WANT ONLY’, bersambung di baliknya ‘AWFULLY CHOCOLATE’.. Cukup kreatif memang, tapi kalau si mbak engga muter ke belakang, anda gak pernah tau kan apa sambungannya. Lalu di ruangan serba putih, ketika si mbak mengambilkan kuenya di belakang, sayup2 di-setel deh lagunya Alicia Keys dengan No one lalu next si Norah Jones.. Come away with me.. my chocolate cake begitu batin saya..

Talking about the cake, ini lucunya, coklatnya gak membuat eneg, kalau anda berencana memberi sesuatu untuk calon ibu mertua yang hard-to-please, then you might want to try this cake. Tergantung ibu anda deh, mau yang coklat doang, pake pisang, atau yang rada membuat beliau mabuk kepayang merem melek: pake rum and cherry. Uniknya si kue2 ini yang katanya diimport langsung itu gak leleh meskipun di hawa panas selama 6-8jam, ketika di kulkas pun dia tidak membeku. Chocolate coatnya pun not overwhelming, so everything is just nice. Dalemnya cuman bolu coklat biasa, tapi bukan yang berarti berantakan pas dipotong. Tenang saja, engga mungkin berantakan, kecuali kalo anda memotongnya pake cutter ya. Yang banana pun ok banget, generous servings of banana between the layers, pisangnya tidak terlalu manis, chocolate pas pas pas.. Jadi oke sekali kalau disantap dengan segelas teh.. tawar kalau saya.. kalo kurang manis, mau teh manis, ya monggo saja.. Rum and cherry rasanya agak mirip black forest, tapi yang ini cherrynya banyak, bulat2 besar2.. mantappp deh pokoknya.. Ya iyalah, harga paling mahal di antara teman2nya.. Rasa rhumnya juga berasa sekali, engga lebay kalau saya bilang bisa membawa anda terbang ke langit ke tujuh atau ke sebelas kalau anda mau. Kalau mau sedikit lebay, suapan pertama seperti orgasme. Sampai sini jangan complaint ya namanya juga berlebay ria.

Ok, engga mungkin anda makan disana, karena memang tempatnya bukan buat makan, kecuali kalau anda dengan senang hati diliatin orang dari jalan Senopati sedang menyantap chocolate cake di sebuah ruangan putih bak sebuah aquarium. Dibawa pulang, maka si mbak pun dengan senang menunjukkan ‘ini lohhh kuenya’ (Tenang aja, senyuman si mbak itu free kok bukan extra charge). Lalu ces ces ces dipitain pita coklat, dikasih pisau plastik. There you go! Selamat menikmati. O iya, di meja itu pun ada guest book yang saya lihat sudah 2600 orang yang menulis, heran juga untuk apa, mungkin database nya.

Kunjungan pertama saya tahun lalu, sepertinya mereka menawarkan ice cream yang selalu statusnya ‘Coming soon’. Coba kalau si ice cream itu punya facebook, pasti statusnya saat ini ‘Kayanya gue gak jadi dijual di Jakarta deh for one reason or another’. Tadi siang si plat ice cream itu udah ngga ada, yang ada cuman si chocolate cake itu.. Mungkin gak jadi yah. Anyway, for your info, ada cabang kedua di plasa indonesia, tepatnya dimana, itu tugas anda untuk cari tau ya. Selamat mencari, selamat menikmati, ½ kg OK, sekilo pun OK, buat rame2 pasti seru, buat sendiri pun ya monggo. Siap-siap mabuk kepayang dibuatnya. Si kue coklat super-maha ini (karena maha enak, maha dashyat, maha coklat dan maha semuanya) siap dibawa pulang mulai dari Rp165 ribu rupiah.

Read Full Post »

the very precious eye-cream

Nama panjangnya “Immortelle Very Precious Eye Serum”. Sejujurnya, saya bukan fans berat French brand yang satu ini, kalo LV itu lain lagi ya hehe. L’Occitane, lumayan menggebrak pangsa pasar Asia back in the late 90s harusnya. Pertama kali perjumpaan dengannya ialah ketika saya masih berkuliah di Malaysia, jadi sekitar tahun 2002. Jatuh cinta pada pandangan pertama, dengan logo yang serba kuning, lalu brand yang agak susah dipronounce (coba ikuti saya: lo-see-tong) kurang lebih begitu deh cara mengucapkan brand ini, tanpa harus monyong-monyongkan bibir gimanaa gitu; akhirnya saya klepek2 dibuatnya.

Saya perkenalkan eye cream yang ini, di websitenya pun ditulis one of the best sellers, jadi lumayan lah sebagai referensi awal kalau belum pernah mencobanya. Immortelle itu sendiri yang notabene bahan dasar range product ini dikenal sebagai bunga abadi, yang walaupun dipetik, kelopak dan seluruhnya tidak akan pernah layu. Essential oils yang tergantung di dalamnya, mampu meng-stimulate kulit untuk memproduksi collagen, mencerahkan kulit anda, serta semuanya deh. Meskipun tag nya adalah anti-ageing, tapi saya selalu berprinsip antisipasi lebih baik daripada pengobatan, bisa kalang kabut deh kalo udah terlanjur kan, jadi sejak dini lebih baik. By the end of the day, regardless you are male or female, skin is still skin; therefore it needs to be taken care of. Jadi skincare itu lebih seperti investment jangka panjang. Anda pasti juga terbuai kan kalau teman anda bilang anda awet muda (jujur apa bohong hanya untuk menyenangkan anda atau basa-basi itu masalah lain ya hehehe).

Setelah saya pelajari lebih lanjut, daerah mata merupakan daerah kulit yang paling sensitive, paling tipis, paling delicate, dan bahayanya paling gampang dilihat orang. Berkerut apa engga, penuaan dini apa engga, kurang tidur (Siapa tau), abis mabuk2an, perokok dan sebagainya, padahal hanya berawal dari mata (jatuh cinta juga termasuk loh hahaha) Mata itu kan jendela hati kata orang, tapi ini bukan matanya ya, melainkan kulit di sekitar mata.

Jadi ini loh, produk andalan L’occitane, teksturnya lembut, baunya agak2 milky gimana gitu, creme nya pun tidak terlalu padat, dijual dalam kemasan yang menurut saya biasa banget, per 15ml, tapi percaya deh, gak abis-abis walaupun tiap malam digunakan. Setelah kurang lebih 3 minggu dioleskan di sekitar mata, anda buktikan sendiri hasilnya. Bukan mau jualan ya, tapi saya hanya membantu memberi solusi, siapa tau anda punya masalah dengan kerut2 dini di sekitar mata, lingkaran hitam karena kurang tidur gara-gara mainan blackberry terus, atau pokoknya kulit sekitar mata dalam kondisi yang engga sehat deh. L’Occitane pun dengan bangga menuliskan “Your skin is reborn, L’Occitane, a true story”. True atau tidak, anda bisa buktikan sendiri.

For more information, please visit L’Occitane; bisa diperoleh di department store terkemuka dengan merelakan sekitar 500rb rupiah dari tabungan anda bulan ini, jangan lupa ya ini investment anda loh..

Read Full Post »

:: Featuring FJ ::

Sosok wanita muda yang satu ini memang agak nyentrik dibandingkan dengan wanita muda seusianya. Kenapa? karena gayanya itu loh, gimanaaaa gitu. Having known her for sometimes, tiap saat gayanya pasti berubah, mungkin karena umurnya yang masih mencari jati diri ya hehe. Anyway, she is so determined  in whatever she is doing. “Gue itu Simple, Smart and Sexy” begitu katanya suatu ketika, kalau anda mau membuktikan sendiri ya monggo.. Menyikapi affair dirinya dengan fashion world (sesuatu yang baru untuknya), dia merumuskan bahwa ‘jeans’ + ‘genious’ = to JEANIOUS.. geek style itu dia banget!!.. Mungkin gaya andalannya inilah yang bikin pria-pria di sekelilingnya termehek-mehek hahaha.. Panggil saja dirinya FJ, seperti bagaimana saya memanggilnya meskipun nama aslinya cukup panjang hehehe.

Gue awalnya iseng-iseng aja, lama-lama keterusan deh, akhirnya gue seriusin aja” ketika kita menyoal sejarahnya si FJ ini mendirikan online shop. Ever since, status di FB atau twitternya pun gak jauh2 dari promosi barang atau yaaa suka-duka buka toko online deh. “Ternyata fashion dicampur business itu oke bangettt” begitu lanjutnya.. Saya juga tidak bertanya lebih lanjut, lebih ok duitnya atau lebih ok karena she has a big passion in it haha. Yahhh yang penting dia bahagia..Oppss.. ini masalah online shop ya bukan masalah cinta..

Saya pun tergoda untuk bertanya, dengan menjamurnya online shop di situs sosial sekarang ini-kaya jamur di musim ujan, gimana caranya dia bisa survive terus punya USP atau diuraikan menjadi Unique Selling Proposition: sesuatu yang menjual, membedakan jati diri dari yang lain, FJ pun dengan gaya seriusnya menjawab, ‘Kalo online shop laen tuh mengikuti trend yang ada, sedangkan gue yang membuat trend itu sendiri‘. Oke deh Non.. kenapa sih gak bilang you are the trendsetter hahaha. ‘Kadang juga gue gak bisa terlalu membedakan mana barang yang harus dijual di toko gue, dan mana yang harusnya gue pake, karena itulah style gue‘. Kalau sampai detik ini anda tertarik silahkan dilihat2 barang2 seperti apa yang ada di tokonya si FJ ini disini, dan kurang lebih seperti itulah dia. Ini bukan promosi ya, tapi siapa tau anda penasaran untuk mengenal lebih jauh, ya online shopnya, ya si empunya toko hehehe.

Layaknya reporter majalah fashion ibukota ternama, saya pun memberanikan diri bertanya kepada si FJ, uhmm.. apa sih fashionable menurut dirinya, lalu si FJ nyerocos panjang lebar,’Bagi gue fashionable itu harus, tapi engga wajib. Karena being a fashionable person itu gak selalu harus update fashion dengan memakai the latest trend atau branded stuffs. Tapi kita harus punya ciri khas sendiri.‘ Cara jawabnya pun seperti fashion editor majalah luar ya haha. Nggak salah pilih deh saya featuring si FJ di blog ini. Saya setuju sih, harus punya ciri khas sendiri, gak selalu ikut trend, dare to be different, melawan arus.. begitulah kira2.. asal bukan arus banjir ya.

Gue pernah loh pake kacamata yang gak ada kacanya, it was a success.” Success apa? ternyata success bikin orang memperhatikan dirinya suatu ketika di sebuah mall besar. Pada akhirnya, wanita muda yang gak bisa keluar rumah tanpa Blackberry, iPod and Macbook ini berobsesi untuk meneruskan kuliahnya di bidang fashion marketing. Good luck ya FJ!!

Finally, dia sempet bilang, her fashion quote, “Kalo elu gak match sama style yang ada, then it’s your time to invent your own style, and let others be the followers.” Simple, padat dan jelas. Di usianya yang masih terbilang muda belia seger buger, she knows what she wants and she is going to her destination. Thumbs up (buat dirinya tentu, buat saya juga boleh). One more thing, have I told you that the whole conversation with FJ happened in the chat in BBM?

Read Full Post »

Pertama kali denger lagu ini di radio rasanya pengen tau apa sih judulnya. Bikin penasaran aja. Bukan typical ballad song, tapi menarik aja irama nya. Apalagi begitu si penyiar bilang itu yang nyanyi Michael Bolton, lagunya ciptaan the one and only Lady Gaga, langsung saya search di youtube and I have found it!! Yayyyy..

Song of the week: You murder my heart by Michael Bolton written by Lady Gaga

Ternyata Lady Gaga gak cuman bisa berpakaian OH-WOW, tapi bisa menulis lagi juga.. clap clap clap.. dan yang lebih membuat saya takjub, lagu ini berirama beda banget sama lagu yang biasa dinyanyiin oleh si Lady ini. She made it!!

In my playlist:

  1. You murder my heart – Michael Bolton
  2. Tick Tock – Keisha
  3. Hotel Room Service – Pitbull
  4. My Bloody Valentine – Tata Young
  5. Marcell – Berhenti Berharap

Read Full Post »

Mulia has done it again!!! Hari Rabu tanggal 17 February kemarin saya berkesempatan untuk mencicipi the newly-talked-about restaurant in town, namanya cukup simple Table8 – bukan berarti tablenya cuman 8 yah. Memenuhi  undangan dari hotel tersebut saya datang bersama adik saya, it was mentioned ‘INVITATION – Table8 Opening – Lunch’; I wondered if they have dinner opening too, but never mind.

Dulunya tempat dimana Table8 berdiri adalah Samudra Seafood yang juga menyediakan berbagai macam Chinese food plus dimsum. Disambut ramah oleh si mbak, dan kali ini hairdo mbaknya kok sama semua ya, hitam pekat, poni dora, lipstik merah menyala, dengan uniform yang uber-cool menurut saya, hitam panjang, abu-abu atasnya.

Ternyata table yang disediakan untuk saya persis di dekat jendela dimana air terjun berada, membuat suasana siang itu jadi agak adem. Table for 4 tapi hanya diisi untuk saya dan adik saya. Dari luar, anak baru Mulia itu cukup temaram, gelap-gelap remang-remang gimana gitu, tapi lumayan airy and bright dari dalam. Sebenarnya this is not my first visit, my first one was on Chinese New Year Eve but that would be another story.

Singkat kata, saya order iced lemon tea, gelasnya tidak sebesar yang dulu (atau karena ini opening ya), dan tamu meja sebelah sudah ramai membahas masalah interior bersama seorang petinggi hotel tersebut. Lalu salah satu dari mereka terkesima ketika si tukang teh menuangkan airnya, something like art-TEA-stic.. dan setelah beberapa saat gumpalan putih di gelas tersebut berubah menjadi bunga tergantung dari jenis teh yang dipesan. Cukup membuat mereka uhh-uhmmm..

Karena masih dalam suasana Chinese New Year saya langsung ke tempat dimana si mas sedang meracik yee-sang, sejenis appetizer yang bahannya 8 macam, sausnya 8 macem juga, campur2.. di tossed. harusnya didoakan juga, supaya di tahun yang baru murah rejeki, sehat selalu, panjang umur, enteng jodoh juga mas hahaha.. Saya pun memilih topping salmon.. beberapa lembar doang, tapi okelah, si mas dengan senang hati kasih tambah kalo mau lagi.. 2 servings for yee-sang.. and this is one of the best that I have ever had!!

Next, semi open-kitchen style, siang itu dipenuhi para pelaku bisnis, dan segerombolan ibu2 yang sedang arisan dalam rangka CNY kali ya, semua mengenakan warna merah, cheong-sam belahan tinggi, high-heels shoes, belum lagi lipstick merona, sanggulan tinggi, bling bling semua. Gemerlap deh untuk ukuran makan siang, maksudnya dandanan si ibu yah. Bener2 juara haha mungkin mengimbangi suasana restaurant yang sooo high class ya. Anyway, black pepper beef cubes was nicely done dan ternyata itu wagyu beef.. no wonder, just nice. Table8 juga menyediakan assorted BBQ meat, mulai dari ayam, pork, bebek juga ada, tapi juaranya adalah si peking duck. Baru dipotong, ditaro, langsung ludes hahaha siapa cepat dia dapat!! Yang satu ini surely not to be missed!!

Di ujung tikungan sebelah yee-sang station ada friend shrimp with almond wasabi mayo something-something, ini juga enak, udangnya gendut2, tapi jangan banyak2 yah, bukan eneg, tapi cholesterol!! haha.. Kalau jalan terusan dikit, ada dimsum station, baked and fried, mau berapa biji, berapa loyang, sesuai capacity perut masing-masing ya. Condiments nya pun self-service.. enak tapi gorengannya agak berminyak.

Akhirnya sampailah dessert, pilihan pertama saya black sesame pudding, authentically done! Kalau gak suka wijen hitam mending jangan yang ini, rasanya bener2 wijen dijadiin ager-ager, tapi enak, manis manis pahit pahit gimanaa gitu. I like it.. Terus white fungus with papaya juga enak, meskipun imut-imut porsinya tapi boleh kok nambah sepuasnya.. Terakhir sebelum diminta tanda-tanganku oleh si mas, almond pudding with buah2an dipotong2.. ini juga enak, tapi kurang nendang..Desserts’ display nya sih menarik, pengen dicoba semua, tapi apa mau dikata, perutnya udah kenyang banget.. Station appetizers (hot and cold), nasi (putih and goreng), daging , mie, stir-fried terpaksa saya lewatkan begitu saja. Honestly I am not a big eater, pengen coba ini itu aja hehehe.

Saya gak over-rating it, tetapi servicenya memang excellent, meskipun semua terlihat sibuk. Pasalnya saya hanya observing design ruangannya dan tiba2 salah seorang manager yang bertugas langsung menghampiri saya dan menanyakan apa yang bisa dibantu. Padahal saya cuman nengok kanan kiri doang. Lalu ketika saya bilang nggak papa, dia pun langsung tanya gimana kesan makanannya so far? Apa yang kurang? ini itu and descray and descray..

Overall, it was exceeding my expectation, tapi karena udah beberapa kali dine in di tetangganya (Orient8) jadi kurang lebih expectationnya seperti itu deh.. standard Mulia. Excellent service, good food, nicely done ambiance, without being too much. Cuman satu kurangnya, I wonder, kenapa strictly prohibited no photographs ya? Atau karena belum grand-opening? atau takut ditiru? atau jadi gak enjoy karena flash kanan kiri? atau jadi gak menikmati suasana karena asik upload foto di facebook? hahaha. All in all, it was nice!! complimentary pula. Soal harga, kalau anda doyan makan, eat-all-you-can, all-you-can-eat, disini deh tempatnya.. splurge yourself!!

Read Full Post »

Hmm.. kayanya judul di atas terlalu berat ya hari gini ngomongin saving. Saya tergelitik untuk menuliskan post ini ketika beberapa hari yang lalu saya membaca di koran.. ditulislah ‘Gerakan Menabung Nasional’ or something like that.. Sama sekali tidak ada yang salah dengan itu. Dari kecilpun, kita sudah dididik tiap hari untuk menyisihkan uang saku dan ditabung.

Masih ingatkah anda betapa senangnya mendapat uang receh lalu dimasukkan di dalam celengan yang bentuknya mulai dari yang paling merakyat seperti ayam, sampai yang ultra-uber cool kaya botol susu bayi yang saya jumpai di salah satu mall besar..

Menabung memang bagus.. ada gunanya, ketika kebutuhan mendesak.. Semakin besar porsi disposable income seseorang maka harusnya semakin banyak yang ditabung.. Horeeee.. semakin lama, semakin banyak tabungannya. Ok, one point!!

Next, ketika duduk di bangku kuliah dengan subject Micro and Macro Economics, ketika itu saya di Kuala Lumpur, dosen saya yang keturunan India dan mempunyai gelar PhD pun dengan lantang menanyakan kembali.. ‘So guys do you think savings is good?’ , dan kami pun serempak mengatakan YESSSSS.. a big YES.. lalu dia kembali bertanya ‘Have you guys ever thought that.. if everybody saves their earning, who are going to absorb the production and by the end stimulate the economics?’ Lalu dosen itu berbicara lagi, tau nggak, waktu krisis ekonomi hit Asian tahun 1998, Malaysia itu malah gencar2nya suruh rakyatnya belanja.. spending is good..stimulating the economic growth.. betul atau engga, saya juga gak tau.. yang pasti engga berlarut-larut yah..

Jadi simpelnya seperti ini, kalau semua orang menabung, lalu siapa yang akan mengabsorb barang2 hasil produksi di masyarakat, dan tidak diabsorbnya barang2 tersebut maka otomatis roda ekonomi tidak akan berputar. Saya bukan ahli economy tentunya, begitu pass the subject, bukunya langsung saya museumkan. Tapi coba deh pikir.. ada benernya juga kan.. Kalo economy tidak berputar, terus gimana nasib tenaga kerja dan lain2nya.. Hmm.. masalah yang ribet.. rempong kalau kata anak gaul sekarang.

Jadi sekarang, mau nabung ya monggo.. kalau mau berpartisipasi membeli hasil produksi dalam negeri untuk mengstimulate economic growth juga silahkan.. it’s even better harusnya.. ada produksi harus ada konsumsi kan.. Balik lagi to the basic, supply yang tinggi – tidak diikuti dengan demand yang tinggi, harga bakal merosot.. over produksi.. jadinya di sale dehh.. mungkin itu yang terjadi tiap akhir tahun ya.. projection nya tidak pas.. jadi produksi kebanyakan hehehe.

Satu hal yang senang saya lihat, orang Indonesia demen banget belanja.. mau krisis, mau engga, mau sale, mau engga sale.. semua seneng belanja.. mau di pasar, mau di mall, mau di toko serba ada, toko biasa, toko mahal, toko setengah mahal.. kayanya pamali deh kalo engga belanja hehehe.. Apalagi kalo udah membaca magic word ‘SALE’ atau ‘End of Season Sale’ atau ‘Special Offer’.. begini begono dan marketing gimmicks lainnya.. pada akhirnya Mari Belanja.. sudahkah anda menabung hari ini? errr.. atau belanja??

Read Full Post »

Older Posts »