Feeds:
Posts
Comments

Archive for March, 2010

Bicara tentang anda dan lifestyle. Apakah anda termasuk orang yang merokok? Yang tiap hari makan makanan berlemak? Atau hampir nggak punya waktu buat berolah-raga sama sekali? Lembur nggak dibayar? Tidur nggak pernah cukup? Terus pada suatu saat anda merenung dan berpikir untuk merubah semuanya. Do it!! 

Kenapa suatu ketika sampe ada trend diet diet ini, karena kebanyakan kita, pria dan wanita, sangan peduli tentang bentuk tubuh. Nggak sedap dipandang kan kalo overweight, atau pake baju yang pas badan, tapi lemak dimana-mana, kaya excess baggage. Alhasil berbagai cara dijalankan, mulai dari lyposuction sampai laser ini dan laser itu, dan yang paling gampang adalah si diet ini. Menurut survey yang saya baca di suatu media, disebutkan bahwa 9 dari 10 wanita merasa dirinya overweight, padahal mungkin nyatanya, pada aslinya mereka biasa aja, nggak yang big size or whatever. Sementara itu the BodyShop juga pernah bercampaign bahwa 9 dari 10 wanita di dunia bukanlah supermodel. Nah kalau seperti ini, apakah anda yang 1 orang si supermodel itu atau anda adalah 9 wanitanya yang termasuk rakyat jelata dan nggak mungkinlah jalan di runway? Saya tau anda pasti udah senyum-senyum sendiri, mengiyakan atau nggak percaya?

Kalau ditelusuri lebih jauh, bukan hanya bentuk tubuh yang menjadi concern utama, tetapi masalah kesehatan juga. Dikarenakan overweight itu selalu identik dengan berbagai macam penyakit sebagai buntutnya. Tidak memandang usia dan sosial status, namanya aja penyakit, suka-suka dia mau kemana, tapi jangan sampe ya. Adalah salah seorang teman saya yang dulunya pas masa-masa SMP hyper banget olahraganya, termasuk olahraga yang ngetrend sepanjang masa: sepak bola. Seiring berjalannya waktu, nggak sempet olahraga dan sebagainya, sampai akhirnya sekarang aja kalau naek tangga nafasnya udah senen-kamis.. Lari di treadmill 10 menit udah kaya 100 jam.. Anda nggak mau menjadi seperti itu bukan?

Banyak orang salah kaprah, bahwa diet itu berarti gak makan. Itu salah besar. Diet itu harus makan, dijaga apa makanannya dan berapa porsinya. Kadang kita suka laper mata, saya pun begitu. Saran saya coba deh jangan memantangi apapun tapi tetep dijaga porsinya, porsi icip-icip. Bukan berarti icipin kue seloyang ya baru berasa. Dasarnya input dan output harus somehow balance. Yang perlu dilatih adalah sistem metabolisme anda, bahkan ketika anda tidur pun tubuh akan terus mencerna makanan, bukan menumpuk lemak. Lalu minum air putih seperti yang direkomendasikan 8 gelas sehari, kalau saya tentunya lebih. Bayangkan kalau 1 kelas 1.5litre, terus saya ngajar 2 kelas berarti udah 3 litre kan, belom yang minum air putih kalau abis makan dan sebagainya.. bisa 5 litre sendiri.

Kalau makanan udah dijaga, olahraga juga udah sesuai porsi tapi kok ya tetepppp aja berat nggak turun-turun, mungkin anda harus liat jam tidur anda. Tidur itu penting begitu kata PT saya suatu ketika. Karena apa? Karena ketika kita tidur organ tubuh akan bekerja secara maksimal, memperbaiki sel-sel rusak, regenerasi, mencerna makanan dan sebagainya. Jadi tidur harus cukup. Coba kalau anda sering begadang, jam tidur nggak bener, timezone digeser-geser sendiri padahal anda di GMT+7, ini akan somehow mempengaruhi kinerja sistem metabolisme anda. Bikin anda ngantuk siangnya, atau kurang focus, susah berkonsentrasi dan agak nggak nyambung kalau diajak ngomong. Bahaya deh. Belum lagi rentan terhadap penyakit. Nggak mau kan? Kalau pada baris ini anda mau ngetest diri anda sendiri ya monggo, coba naek tangga berapa lantai gitu.. atau lari ngejar bus.. atau dorong2 mobil.. atau angkat2 cucian.. atau yang lebih gampang buka pager rumah..

Akhir kata, kalau memang pola makan sudah diatur, olahraga juga udah cukup, tidur selalu 7 jam sehari, tapi kok yaaa segitu-gitu doang, ada sesuatu yang mungkin anda lupa. Perkenalkanlah yang namanya self-esteem. Ya, anda harus confident soal diri anda sendiri. Singkatnya kalau anda sendiri yang punya badan nggak bisa menerima anda apa adanya, lalu bagaimana dengan orang lain? Self-Esteem ini sangat diperlukan, karena itu berarti anda bisa menghargai diri anda sendiri dan pada akhirnya anda nggak terlalu ribet, kenapa kok saya nggak seperti si supermodel ini dan itu. Karena Tuhan menciptakan manusia berbeda satu sama lain. Enjoy aja. Nggak perlu langsing, yang penting sehat. Nggak perlu keren-keren banget, yang penting anda punya charm. Nggak perlu punya body seperti supermodel, yang penting anda dikelilingi oleh orang-orang yang anda sayangi kan..Tapi kalau pada nyatanya anda itu langsing, keren, punya body seperti supermodel, ya itu yang namanya Anugerah.

Advertisements

Read Full Post »

Kenapa judul di atas ada dalam kurungnya? Karena itu pilihan anda. Menurut anda, apakah “Don’t judge the book by its cover” masih berlaku saat ini; atau udah saatnya anda memilih “Do judge book by its cover”?. Saya tidak akan membahas suatu buku ya, tapi alangkah menariknya kalau ini diimplementasikan kaya misalnya anda lagi mengamati seseorang, atau dikenalkan ke salah satu temannya teman anda. Mari kita bicarakan.

Dulu sih kayanya masih berlaku ya Don’t judge the book by its cover. Kata orang, ya gak papalah, penampilannya gak ok, kurang begini, kurang begono, yang penting siapa tau hatinya baik, tutur bahasanya sopan, kelakuannya pun baik-baik. Meskipun luarnya gak menjanjikan. Ok deh. One point.

Akhirnya saya pun membahas hal ini dengan salah satu teman saya si poisonwati, kata dia “Kata gue sih, gue judge the book by its cover, kalo covernya menarik baru gue baca dalemnya, kalo engga ya emoh deh”. Emang ada benernya juga sih. Saya pun begitu, apalagi kalo liat majalah ya, yang penting kan luarnya dulu, kalau luarnya ok, hardcover, glossy, terus yang jadi covernya katakanlah si Beyonce, pasti saya beli, meskipun saya gak tau dalemnya kaya apa. Jadi Packaging emang essential, salah satu P di marketing kan packaging. Coba concept ini diaplikasikan ke diri anda. Packaging anda maksudnya. Kalau anda enak diliat, otomatis orang pasti ingin tau lebih dekat tentang anda, atau cuman liatin anda doang, karena apa? Karena anda enak diliat itu tadi, packaging anda meyakinkan.

Pada dasarnya, disimpulkan lah kalo packaging itu memegang peranan sangat penting. Karena itu yang pertama kali diliat. Mau kenal lebih jauh atau engga, langsung diputuskan dari packagingnya loh. Bisa jadi sih, orangnya engga seburuk packaging luarnya, atau malah sebaliknya, gak sekeren penampilannya, tapi yah, sekali lagi, mata nggak bisa bohong kan. Penampilan itu penting, karena itu yang diliat. Anda tau kan kenapa harga parfum begitu mahal, karena harga packaging nya itu sendiri bisa lebih mahal daripada harga parfumnya. Belom botolnya yang di design sedemikian rupa, terus pake box yang emang keren. 

Terus adalah seorang teman saya yang tiap kali ketemu minta dikenalin ke pujaan hati, tapi gimana mau kenalin, packagingnya dia amburadul begitu. Dia bisa membela diri, kerjaan udah mapan, rumah udah ada, tinggal masalah jodoh. Lhaaa kalo gitu ya do something about your packaging dong. Logikanya, gimana pun anda, ratusan orang yang anda jumpai tiap hari kan ngeliat anda dari luarnya. Masalah anda orang baik, setengah baik, tidak baik, mereka juga gak tau kan; acuannya ya cuman dari packaging itu tadi. Kalau anda dandan ke mall, pake jaket kulit, skinny jeans, sepatu sneakers, terus pake kaos, bandana di leher, brewokan, ada tattoo nya, bisa jadi cap anda adalah si anak band. Atau misalnya anda pake jas rapi jali, nenteng tas kerja merk terkenal, terus bawa Vertu instead of blackberry, orang pun langsung tau bahwa anda adalah “someone”. Lain halnya kalau anda memutuskan pake selendang atau si kafieh, terus nenteng gitar dan brewokan, terus pas ada yang telpon, bunyinya “Pernahkah kau merasaaa..jeng jeng jeng jeng jeng..” yang bisa didenger orang satu lift. Kebayang dong cap apa yang langsung menempel pada diri anda.

Jadi masih mau don’t judge the book by its cover? atau udah waktunya anda judging by its cover? Kalau mau aman ya diliat covernya dulu, di flip through dalemnya juga, selalu teliti sebelum membeli ya, apalagi kalau barang yang sudah dibeli tidak dapat ditukar atau dikembalikan.

Read Full Post »

:: Mari diuji ::

Ujian Nasional. Begitu deh namanya sekarang, setelah diubah berkali2 dari jaman dahulu kala. Mulai dari EBTA, EBTANAS, dan lain sebagainya, sekarang jadi singkat, mudah dan jelas Ujian Nasional. Tapi yang kali ini menurut saya, kok menjadi agak heboh yah, mulai dari model pengawasaan, model soal, sampai digembar-gemborkannya kalo soal-soal tersebut dianterin pake pengawalan polisi. Lebay.com deh. Dulu ketika saya masih pelajar SMP, Ujian Nasional kayanya biasa aja, nggak seheboh yang sekarang. Bahkan pernah sampe kontroversi soal dihapuskannya si Ujian Nasional ini.

Saya masih ingat ketika itu duduk di bangku ujian kaya duduk di kursi listrik penuh siksa sampe kepala kaya mau mbleduggg.. duarrrrrrr… Gimana enggak, yang namanya UUD45 itu harus hafal dari halaman pertama sampai halaman terakhir. Itu belum termasuk bendera nasional beberapa puluh negara, plus ibukota nya dan bahasa nasionalnya. Sampe merem melek deh ngafalinnya. Anak SD loh disuruh menghafal sekian banyak. Itu belum termasuk soal-soal dari Bahasa Indonesia dan lain sebagainya. Saya sih dulu mikirnya, yaaa dijalanin aja. Mau NEMnya 40 keatas, NEM tertinggi, atau apalah ya. Toh itu juga cuman angka. Jadi istilahnya hasil belajar anda selama 6 taon itu cuman diputuskan dengan 2 digit angka, sekian koma sekian. Terus ditulis deh lulus apa engga lulus. Kalo lulus ya lanjut, kalo engga? ngapain dong?

Belum lagi udah dipesenin, nanti yang jaga bukan guru kita yang biasanya, orang lain, total strangers. Terus si pengawas pun dengan lantangnya bilang “ini tertutup” waktu mau bagiin soalnya, lah terus kenapa ya kalo tertutup, apa dijamin rahasia dan sebagainya. Dibuka lalu ditutup pun juga gak ada yang tau kan. Tapi waktu itu gak sempet mikir, yang penting semua soal bisa dijawab, bener atau engga belakangan. Kalau sampe mati mentok pun, worst come to worst salin soal deh, atau nebak2 ya siapa tau nyerempet. Yang saya masih inget, beberapa pertanyaan kayanya emang gak pernah diajarin tuh selama 6 taon di sekolah. Aneh bin ajaib. Tapi ya udahlah udah lewat.

Apa iya masih perlu Ujian Nasional? sampe ada istilah Try Out nya segala? Terus basis pengujiannya apa? Atau cuman untuk formalitas aja? Supaya anak2 sekolah itu lebih serius belajar? dan engga main-main? Atau untuk fenomena sensasi sesaat apalagi ditulis beberapa murid sempat pingsan karena takut engga lulus. Berlebihan sekali menurut saya. Anyway, kalo keponakan anda, atau anak tetangga anda, atau anak anda sendiri besok duduk manis di kursi ujian penuh siksa itu, oh ya mungkin sekarang udah gak ada penyiksaan nya ya, good luck deh, semoga bisa lulus lancar tuntas ya.

Read Full Post »

:: B is for Batik ::

Beberapa tahun yang lalu, batik itu sepertinya hanya keluar dari lemari kalo pas ada kondangan aja. Itu pun menjadi alternatif terakhir kalau baju andalan anda lagi di-laundry, atau kebetulan resepsinya cuman di gedung biasa, bukan di hotel bintang 5. Terus selalu berhasil membuat anda lebih tua beberapa tahun. Padahal dahulu kala, batik itu bukan hanya sekedar motif, tapi juga menyebutkan status sosial seseorang. Setelah saya baca dari kanan kiri, ada motif-motif tertentu yang cuman boleh dipakai oleh kerabat kerajaan, bahkan pada hari-hari tertentu saja dan motif lainnya yang memang diperuntukkan bagi rakyat jelata.

Coba deh anda ingat-ingat, mungkin kesannya formal banget ya kalau anda memutuskan untuk memakai batik di suatu acara. Bahkan mungkin anda dikira pak Lurah atau pak RT setempat. Ya, anda benar, beberapa tahun yang lalu batik dianggep out-of-fashion, kaya kurang gimanaa gitu kalau dipake. Beberapa label pun langsung melekat begitu saja, mulai dari ajudan, pak RT, pasukan pengaman dan lain sebagainya. Pokoknya image batik dulu tuh begitu. Makanya gak jarang ada yang berusaha membela diri, ini motif keraton loh, atau ini batik tulis loh, atau ini batik sutera loh atau bahkan sampai yang ekstrim: ini batik mahal lohh.. Sooooo?

Lalu kita disibukkan gara-gara negara tetangga mengklaim kalau batik itu asalnya dari mereka. Baru deh kita mikir gimana caranya supaya batik ini back to fashion ya. Mari bung rebut kembali. Disulap jadi lebih muda, lebih bisa dipakai. Tanpa embel-embel “engkoh-engkoh” atau “encim-encim“. Hari Jumat pun diikrarkan menjadi hari Batik. Coba deh anda ke SCBD atau ke pusat perkantoran hari ini, pasti semuanya pake batik. Mungkin malah udah ada yang dari kemarin ya.

Dalam sekejap batik pun kembali eksis. Dimana-mana mulai berbatik ria. Ke kondangan hotel bintang 5 pun semua pakai batik. Batik sih tetap batik ya, cuman dikemas dalam design yang berbeda. Lebih wearable. Lebih bisa diterima. Lebih sedap dipandang. Bukan motif bunga yang templok templok gitu. Mau pakai batik dipadankan dengan jeans robek-robek pun silahkan, udah nggak ada aturan pakem soal batik. Sejarahnya, for your info, batik itu berbeda-beda dari kota asalnya. Sebut saja Batik Jogja, Batik Solo, Batik Bali atau Cirebonan yang terkenal dengan mega-mendung nya. Lalu seiring dengan perkembangan budaya itu sendiri, sampai ada yang namanya Batik Encim, yang notabene motifnya dipengaruhi dari Budaya Cina. Tapi tenang aja, memakai batik encim itu nggak langsung membuat anda menjadi encim-encim kok. Singkatnya, kalau anda PD Jaya, pakai apapun juga pasti terlihat bagus kan.

Batik lagi naik daun. Tante-tante yang dulunya memakai atasan brand terkenal seharga jutaan rupiah, sekarang memakai batik (meskipun yang ditenteng tetep aja either LV atau Hermes). Anak-anak muda (termasuk saya) yang dulunya sempat berpikir, kayanya gak mungkin banget berbatik kalau engga pas kondangan, sekarang sah-sah aja ke mall berbatik, jeansnya dari GAP atau Levis terus sepatunya Onitsuka. Nggak ada yang ngelarang.

Akhir kata, semoga aja batik tetap eksis dan bukan sebuah trend sesaat, tapi sesuatu yang bisa bertahan dalam jangka lama, dan tidak lagi dianak-tirikan, atau dikait-kaitkan dengan status sosial seseorang. Siapa tau tahun depan si LV berkolaborasi dengan Iwan Tirta terus mengeluarkan limited edition handbags nya.. Seperti si Murakami beberapa tahun yang lalu..Lucu juga kali ya.

Read Full Post »

Judul di atas tentu saja maksudnya bukan saya ya, melainkan salah satu teman baik saya. Call him Mr. Photographer yang udah lumayan kondang di dunia persilatan.. Maksud saya dunia foto2an.. Hasil karyanya bisa anda nikmati di berbagai majalah sebut saja Weddingku dan Bella Donna, plus many others.. Berikut ini adalah wawancara saya dengan dirinya suatu ketika..

Apa yang bikin hasil foto-foto anda itu “It’s so Sondhi” gituh? Maksudnya apa yang bikin foto2 anda jadi lain daripada yang lain? Pendekatan yang sangat personal. dalam setiap pemotretan saya selalu melakukan riset kecil yang mendukung konsep yang diambil.

Hmm sebenernya udah berapa lama temenan sama si camera itu? 15 tahun
 
Lalu apa yang bikin anda akhirnya memutuskan untuk terjun bebas ke dunia photography? sampai saat ini saya masih memperlakukan photography sebagai hobi. dunia yang sangat menyenangkan, karena kita bisa melihat hal2 lain saat kita menghentikan waktu dalam sebuah foto. komposisi, pencahayaan, ekspresi dan permainan warna yang seringkali terlewatkan begitu saja dalam kehidupan sehari2

Stylenya seorang Sondhi sendiri tuh kaya gimana sih? casual, santai dan tidak dibuat2, apa adanya
 
3things that you cant leave home without? my cell phone, my underwear & a smile 🙂

Menurut seorang Sondhi, jadi tukang foto, sama difotoin gimana bedanya? atau gimana rasanya? hmm..menjadi seorang fotografer itu berkuasa untuk mengatur siapapun
 
Moment pas foto2 paling ajaibbb?? saat mengerjakan sebuah art project rekan seniman. konsep yang aneh, wardrobe yang unik, talent2 yang menyenangkan

3 hidden facts about Sondhi? (jangan bilang you are cute and adorable ya, because i think everybody knows it already haha..) I am a very perfectionist person, not capable to do multitasking jobs, cannot resist the desire on electronic gadgets

Ritual anda sebelom fotoin orang? apa yaaa..biasanya saya selalu mencoba berkenalan dahulu dengan obyek foto, sedikit berbincang2 untuk membuat mereka relaxed, sehingga akan mendukung hasil yang nanti didapat

 Tips buat orang yang di depan camera? percaya sepenuhnya pada sang fotografer, bicarakan keinginan atau ide2 yang terbayang. dan cobalah untuk bekerja sama selama pemotretan untuk mendapatkan hasil terbaik

Kira-kira ke depannya, photobysondhiar itu bakal dibawa kemana? tetap memberikan jasa yang sangat personal tapi tetap dengan pelayanan yang profesional dan kualitas yang terbaik
 
Finally, what will be your Next BIG thing? Jadi penyanyi misalnya? a world-wide-known photographer
 
Dannn finally (beneran), apa yang ingin disampaikan untuk para pembaca? fotografer adalah manusia juga, walau dengan bakat khusus tapi kami bukan cenayang yang bisa mengetahui segala keinginan klien. karena itu, luangkan waktu untuk mendiskusikan keinginan anda… dan coba untuk mensinkronisasikan dengan ide2 lainnya

Begitulah kira-kira mengupas seorang talented Mr. Photographer. Suatu saat ketika saya difotoin dengan dirinya, dia selalu berkali-kali bilang “Elo tuh harus ngerasa gue keren gue keren gue kerenn.. Percaya deh, jadinya emang keren depan camera..” Ada benernya juga sih. Harus boosting up the self-confidence dan self-narcissm supaya aura bintangnya keluar. Apapun itu deh. Asal jangan aura marah-marah ya. Untuk anda yang penasaran untuk melihat karya-karya sang photographer dari dekat atau malah sudah membayang2kan kira2 anda siap untuk difoto bak seorang bintang dengan pose pamungkas anda, silahkan anda klik photobysondhiar di blogroll sebelah kanan blog ini, atau klik saja disini.

Read Full Post »

Sepertinya saya telat untuk me-review film yang satu ini. Tapi percaya deh kata saya, film ini emang patut diacungi jempol (tangan aja ya; kaki gak perlu). Saya sendiri menontonnya beberapa kali sejak premiere film ini kira2 October/November tahun lalu di blitzmegaplex. Bukan karena the main actor nya temen saya ya, tapi jalan ceritanya yang memang menggambarkan realita. Dikemas dalam sebuah film yang unik, pemilihan karakter yang pas, plus lagu yang menggetarkan hati. Dijamin termehek-mehek di menit-menit terakhir.

Kisahnya simple. Si Cina dan Annisa, dua sejoli yang dilanda cinta. Oooo biasa kali ya menurut anda. Tapi mereka beda agama. They called ‘GOD’ in different names. Nah lohh. Ini baru luar biasa. Sesuatu yang engga biasa, tapi beneran nyata kejadian in the real life. Perkawinan beda agama. Di sela-sela film pun ada klip-klip tentang pasangan2 yang berbeda agama beneran, tapi lanjut sampai ke jenjang pernikahan bahkan sampe punya anak. Well done. Kalau anda salah satu yang seperti si Cina dan Annisa itu, mungkin setelah anda nonton film ini anda akan dibuat “ooooo.. jadi begituuu..” (mungkin sambil menyeka air mata ya).

Hebatnya lagi, di Indonesia sendiri, film ini dianugerahi beberapa penghargaan. Lalu belum lagi ketika diputar di berbagai festival film international. Kata si aktor pun, ketika mereka mengadakan road show atau nonton bareng mulai dari Kuala Lumpur, Jogjakarta, Singapore sampai London, sambutannya luar biasa. Saya pun berhasil mendapatkan kaosnya yang ada tulisannya “GOD is a director” di belakangnya, padahal saya bukan actor ya atau even crew hehehe. Pokoknya menurut saya ini bukan film biasa. Kalau anda masih penasaran, mungkin ada bisa klik disini untuk trailernya. Atau anda bisa juga melihat2 “behind-the-scenes”nya di fanpage nya mereka.

Kalau anda bertanya, endingnya seperti apa.. Hmm.. sepertinya nggak seru banget kalau saya ceritain endingnya juga. Mendingan anda tonton deh, then let me know what you think. DVDnya pun bakal release in the near future. Nanti deh saya tanya sama si temen saya itu. Meanwhile, coba anda liat aja trailernya di link diatas. Biar tambah bikin penasaran ya.

Read Full Post »

Rasanya seneng banget ketika tau si ice-cream yang satu ini membuka gerai di Jakarta. The history can be traced back when I was a highschool student in Perth somewhen in 1998. Gelare yang ketika itu terletak di ujung City of Perth dan memang keliatan karena warnanya yang serba merah. Serunya lagi, every Tuesday is a half-price day. Tapi hanya buat waffle aja ya. Ice-creamnya tetep full price. Just a good trick in the midweek.

Sambutan si mas yang berbunyi “Welcome to Gelare” kedengerannya seperti “Don’t come to Gelare”. Lha wong ngomongnya males-malesan gitu. Atau si mas emang udah cape berdiri di depan seharian. Atau belum makan kali ya. Lemes banget. Tapi kita kan cari si ice-cream bukan si mas. Here we go..

Kami ber 5 dan untuk warming up kita langsung order regular waffle with 4 scoops of ice-cream. Tapi no whipped cream – supaya rasanya gak bersalah-salah banget. Si mas pun terkesan buru-buru waktu take order, sampai si “Maple Syrup” disebutnya menjadi “Apel Syrup”. Saya yakin saya gak salah denger untuk yang ini wong dia nya dengan pedenya mengulang beberapa kali, dan tetep aja jadi apel sirup. Ok, I don’t care about si mas. Yang penting waffle. Kira-kira 10 menit menunggu. Tarrraaaaaa.. datanglah si waffle and the gank. Chocolate Chip, Cookies and Cream (yang is-to-die-for), Swiss Chocolate and Rum and Raisin. Foto-foto ala kadarnya buat dokumentasi, terus 5..4..3..2..1.. Abissss.. ludes tak bersisa. Hebat bener.. Jagoan saya tetep si Cookies and Cream, bahkan dari 11 tahun yang lalu. Cookies and Cream. Kalo lagi sold out mending saya mengurungkan niat untuk makan ice-cream. Si Gelare ini ice-creamnya agak berbeda sama si Haagen Dasz, teksturnya sedikit kasar, tapi kalo dimakan, digigit, bisa molor-molor gimanaaa gitu. Wafflenya juga golden crisp, gak terlalu kering, gak terlalu mblenyek, bahkan makan wafflenya pun juga udah enak sebenernya.

Kemarin malem memang saya pergi bersama 4 wanita super, super keren, super cantik, super rameeee, super ributttt.. dan super banyak makannya, something that I like. Jadi gak perlu jaim-jaim. Saya jadi kaya lagi diet aja makan sama mereka. Padahal toh ya porsi saya tetep segitu. Gak cukup satu, akhirnya pesen 1 lagi, kali ini judulnya “Fantastic Five”, 5 rasa ice cream dalam satu piring. Yuk siapa takut. Seperti pendahulunya yang ini pun abis dalam waktu kurang dari 5 menit. Yang berbeda, ada strawberry cheesecake yoghurt. Lumayan enak, tapi yang ini meleleh lumayan cepet, karena memang bukan ice-cream kali ya.

Pengen rasanya membawa pulang 1 pint Cookies and Cream – godaan duniawi memang luar biasa. Tapi apa kabarnya acara diet kalau gampang tergoda dengan nafsu dunia. Akhirnya, Thanks but no thanks, saya udah super kenyang. Ok Gelare, see you next time. Yang seperti ini, rasanya biasa aja kalo dimakan tiap hari. Tapi jadi enak bangetttt kalau anda hanya makan sebulan sekali. Coba deh..

Read Full Post »

Older Posts »