Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘love talk’ Category

Tanggal 14 February kemarin sepertinya merupakan sebuah tanggal yang ditunggu-tunggu dalam bulan ini. Ehem, selain pada tanggal itu saya gajian dan besoknya adalah tanggal merah, tapi juga suatu hari dimana seumat merayakan Hari Kasih Sayang atau Valentine’s Day.

Banyak pro dan kontra menjelang perayaan hari ini. Jujur aja, menurut saya di Indonesia belum ada apa-apanya dibanding di luar negeri. Di Singapura misalnya, udah heboh aja menggelar Valentine’s Day specials di shopping malls, pake hadiah ini dan itu, belum lagi restoran2 yang menawarkan Valentine’s Set Menu untuk dinner ataupun lunch. Kayanya agak terlalu berlebihan kalau di negara kita yang cuman “segini” aja kok ya direpotin, pake diprotes segala. Harusnya mau merayakan ya silahkan, engga juga gak papa, gitu aja kok repot.

Namanya juga merupakan ungkapan kasih sayang, bukan berarti harus kasih-mengasihi tanggal 14 February aja ya, tapi tiap hari juga pasti mengasihi orang-orang di sekitar anda bukan? Terlepas dari perayaannya, kembali lagi ini kan cuman sekedar ungkapan rasa kasih dari tradisi yang udah ada dari dulu. Ada juga yang bilang komersialisasi cinta. Kalau toh ternyata memang komersil ya nggak papa juga bukan? Setahun sekali loh tukang bunga, tukang coklat, tukang hadiah naek omsetnya dan hanya untuk sehari aja. Kalau di Jepang, dua kali deh merayakan valentine’s day, si cowo akan memberikan coklat ke cewe yang dia suka, nah beberapa hari kemudian si cewe (kalau memang suka juga sama tuh cowo) akan balesin coklatnya. Apa ini nggak lebih komersial?

Valentine’s tahun ini buat saya sama aja kaya valentine’s tahun2 yang lalu. Nggak beda, nggak ikut merayakan, tapi ikut meramaikan aja. Intinya, there’s always an excuse for celebration kan?! Senang rasanya kalau bisa berbagi kebahagiaan dengan orang2 disekitar kita, yang (mungkin) nggak keliatan selain tanggal 14 kemarin. Anyway, anda merayakan atau engga, dapet bunga atau engga, dapet coklat atau engga, dapet ucapan atau engga, balik lagi judulnya ‘Happy Valentine’s Day’.

Advertisements

Read Full Post »

:: Say Sorry ::

Baru-baru ini saya ber BBM ria dengan salah seorang teman saya yang boleh dibilang sudah eksis di dunia nya, baik di lingkungan teman-teman saya, atau pun di lingkungan karir yang dijalani nya. Setelah sekian lama nggak bertatap muka dengan si cantik ini, tapi dengan niatan untuk stay in touch jadilah iseng-iseng saya menanyakan kabarnya sembari ngadem di dalem mobil, di jalanan yang super macet itu.

Nggak disangka ternyata telah banyak berubah dari dirinya, bukan gendut terus jadi langsing ya (anda pernah denger pantun: main robot bikin pusing, dulu gembrot sekarang langsing?), sama sekali bukan itu. Tapi dulu dia itu terkenal dengan pribadinya yang independent, kuat dan bisa dibilang beda tipis sama keras kepala. Sementara siang itu dia jadi super mellow. Apalagi ya kalo bukan urusan cinta (atau mendadak karena langit tiba2 jadi mendung). Saya bukan dokter cinta, mengobati ilmu alternatif pun nggak bisa, tapi kata hati saya dengerin aja.. toh nggak ada salahnya jadi pendengar yang setia. “Emang gue yang salah, tapi gue udah minta maaf kan.. Apa udah begini doang yah?” begitu curhatnya, saya juga bingung, mau bilang “emang elu yang salah” tapi saya nggak ada bukti.. mau bilang “elu nggak salah” pun saya nggak tau ujung ceritanya gimana. Akhirnya saya diem aja, nggak saya reply tuh baris terakhir.

Terus nggak lama bunyi lagi tuh BBM, “Mungkin ini emang salah gue ya, gue udah say sorry beribu kali, gue juga nggak bermaksud melukai hatinya, masa iya  sih gue tega ngelukain hati orang yang gue sayang”. Wahhhh dalem banget ya curhatannya, sedalam samudra Hindia, mulai lebay kata si hati saya, apalagi kalo pake sayang-sayangan. Bisa berabe nih dan berbuntut panjang ceritanya, mungkin saya harus restart BB saya juga, sembari mikir saya kudu tulis apa. Yang tadinya mau say HI doang, sekarang jadi ajang pembahasan cerita luka di hati.. Duhhh hari gini pikir saya..

Akhirnya saya ikut mikir, bener juga ya, apa iya selama ini saya udah cukup memaafkan orang-orang yang salah ke saya? Apa saya udah cukup sabar, bahwa orang salah itu nggak cuman sekali? Coba bayangkan seorang bayi yang lagi belajar jalan, nggak mungkin kan langsung bisa lari. Buat bisa jalan aja harus jatuh-jatuh dulu, jatuhnya nggak cuman sekali. Udah bisa lari aja bisa jatoh, apalagi yang baru pertama kali merangkak mau jalan kan. Apa iya orang salah itu beneran nggak termaafkan? Bener-bener masuk daftar hitam? Lalu si hati saya bilang, ya enggak segitunya!! Banyak hal-hal yang harus dipertimbangkan, kenapa orang itu berbuat suatu kesalahan (yang menurut kita salah banget), pasti dia punya alesan-alesan tertentu kenapa dia berbuat seperti itu. Ibaratnya, nggak mungkin dong si bayi itu sengaja menjatuhkan diri ketika belajar berjalan, karena dia tau kalo jatoh itu sakit, dan bakal membuat si mama menjerit-jerit sehari-semalem (apalagi kalo si bayi juga nangisnya sehari semalem).

Akhirnya untuk menenangkan hati si wanita cantik temen saya itu, saya bilang begini kira-kira, “Sorry itu bukan menentukan siapa yang bener, siapa yang salah, tapi lebih untuk menghargai diri sendiri, menghargai orang lain. Ibaratnya merendahkan ego masing-masing, supaya semuanya menjadi lebih baik.” Saya pun nggak tau dia tersenyum bahagia di ujung sana, atau jadi meraung-raung sejadi-jadinya, karena message saya terakhir itu di-D, di-R, tapi nggak direply.. Lalu si hati saya sibuk tanya-tanya, “Emang bener there is a rainbow after the storm? Kalau mendung terus, atau tiba-tiba panas kaya Jakarta, mau liat rainbow darimana? ujung genteng?”.. nanananana..

Read Full Post »

Rasanya ajang pencarian jodoh yang ditayangkan di sebuah televisi swasta menjadi sebuah fenomena belakangan ini. Dikemas dalam sebuah acara yang semarak, enak ditonton dan disinilah label “single” dipasang. Siapapun boleh ikut serta, bahkan konon ribuan orang sudah mendaftar dan tunggu dicasting aja.

Kalau diliat sejarahnya, dulu kayanya nggak patutlah orang gembar-gembor di publik lagi mencari tambatan hatinya. Tapi yang seperti saya bilang tadi, merupakan fenomena, dimana orang jadi terang-terangan menunjukkan ini lho saya single.. ada yang mau sama saya? atau saya lagi mencari seseorang.

Sepertinya simple ya, kepribadian seseorang cuman diliat dalam hitungan menit-menit pertama orang tersebut dihidangkan layaknya main course. Penampilan menjadi titik ukur dan penentuan. Kaya garnish di piring, kalau tampilannya ok ya kayanya enak, kalo dari bentuknya udah nggak menarik No way yah.. meskipun siapa tau rasanya enak banget. Terus yang di belakang lampu tinggal nyalain atau matiin. Nyalain berarti yaaa okelahhh, I want to know you better.. bisa diliat lebih jauh, kalau dimatiin ya berarti I’m sorry goodbye. Beberapa round, dan dilihat aja siapa yang masih bertahan sampai detik-detik terakhir.

Ironisnya, disini pulalah orang menjadi sangat subjektif. Nggak jarang lho alasan2 fisik diumbar disini, kurang tinggi, jalanannya bungkuk, ngomongnya nggak jelas, senyumnya gak meyakinkan, giginya nggak rapih, sampai masalah pautan usia. Kalau sudah begitu paling disorakkin penonton atau pemirsa di rumah juga tentunya. Ada juga beberapa kali si seseorang nggak dapet pasangan dari 30 single, ya ikan di laut masih banyak, lautnya pun bermacam-macam kan.

Yang main disini pun antar individu aja, keluarga cuman jadi tim hura-hura istilahnya. Nyantol satu di ajang ini bukan berarti udah berenti ceritanya, tapi masih awalan, yang nantinya ada acara dating dan sebagainya. Sukur-sukur sih kalau memang ketemu penggalan hati disini yang bisa sampai nikah beneran. Kalo engga yaaa.. ngga papa lah yang penting kan masuk TV begitu lah kira-kira.

Ditelaah lebih jauh dari concept social, memang adanya jodoh-menjodohkan ini membuat orang menjadi lebih berani membuka diri, untuk menyatakan bahwa saya ini lho single, ada yang mau nggak? atau sebaliknya, saya mau jadi tukang matiin/nyalain lampu aja. Kalo dinyalain terusss ya keliatan desperadonya.. kalo dimatiin terus berarti cuman mejeng doang.. Padahal siapa tau emang belom sreg ya, sekali seumur hidup, anda nggak mau sampe salah pilih dong. Bahkan para peserta itu melihatnya bahwa ini sebuah “usaha” dalam mencari pasangan hidup.

Ada yang bilang acara ini rekayasa, nggak sedikit pula yang bilang ini acara beneran jodoh-menjodohkan. Terlepas dari semua itu, setidaknya sekarang orang jadi lebih berani berekspresi “emang iya gue single and looking” dengan embel-embel “masa nggak ada yang mau sama gue”. Suka nggak suka ya begitu adanya. Menurut anda?

Read Full Post »

Kenapa judul di atas ada dalam kurungnya? Karena itu pilihan anda. Menurut anda, apakah “Don’t judge the book by its cover” masih berlaku saat ini; atau udah saatnya anda memilih “Do judge book by its cover”?. Saya tidak akan membahas suatu buku ya, tapi alangkah menariknya kalau ini diimplementasikan kaya misalnya anda lagi mengamati seseorang, atau dikenalkan ke salah satu temannya teman anda. Mari kita bicarakan.

Dulu sih kayanya masih berlaku ya Don’t judge the book by its cover. Kata orang, ya gak papalah, penampilannya gak ok, kurang begini, kurang begono, yang penting siapa tau hatinya baik, tutur bahasanya sopan, kelakuannya pun baik-baik. Meskipun luarnya gak menjanjikan. Ok deh. One point.

Akhirnya saya pun membahas hal ini dengan salah satu teman saya si poisonwati, kata dia “Kata gue sih, gue judge the book by its cover, kalo covernya menarik baru gue baca dalemnya, kalo engga ya emoh deh”. Emang ada benernya juga sih. Saya pun begitu, apalagi kalo liat majalah ya, yang penting kan luarnya dulu, kalau luarnya ok, hardcover, glossy, terus yang jadi covernya katakanlah si Beyonce, pasti saya beli, meskipun saya gak tau dalemnya kaya apa. Jadi Packaging emang essential, salah satu P di marketing kan packaging. Coba concept ini diaplikasikan ke diri anda. Packaging anda maksudnya. Kalau anda enak diliat, otomatis orang pasti ingin tau lebih dekat tentang anda, atau cuman liatin anda doang, karena apa? Karena anda enak diliat itu tadi, packaging anda meyakinkan.

Pada dasarnya, disimpulkan lah kalo packaging itu memegang peranan sangat penting. Karena itu yang pertama kali diliat. Mau kenal lebih jauh atau engga, langsung diputuskan dari packagingnya loh. Bisa jadi sih, orangnya engga seburuk packaging luarnya, atau malah sebaliknya, gak sekeren penampilannya, tapi yah, sekali lagi, mata nggak bisa bohong kan. Penampilan itu penting, karena itu yang diliat. Anda tau kan kenapa harga parfum begitu mahal, karena harga packaging nya itu sendiri bisa lebih mahal daripada harga parfumnya. Belom botolnya yang di design sedemikian rupa, terus pake box yang emang keren. 

Terus adalah seorang teman saya yang tiap kali ketemu minta dikenalin ke pujaan hati, tapi gimana mau kenalin, packagingnya dia amburadul begitu. Dia bisa membela diri, kerjaan udah mapan, rumah udah ada, tinggal masalah jodoh. Lhaaa kalo gitu ya do something about your packaging dong. Logikanya, gimana pun anda, ratusan orang yang anda jumpai tiap hari kan ngeliat anda dari luarnya. Masalah anda orang baik, setengah baik, tidak baik, mereka juga gak tau kan; acuannya ya cuman dari packaging itu tadi. Kalau anda dandan ke mall, pake jaket kulit, skinny jeans, sepatu sneakers, terus pake kaos, bandana di leher, brewokan, ada tattoo nya, bisa jadi cap anda adalah si anak band. Atau misalnya anda pake jas rapi jali, nenteng tas kerja merk terkenal, terus bawa Vertu instead of blackberry, orang pun langsung tau bahwa anda adalah “someone”. Lain halnya kalau anda memutuskan pake selendang atau si kafieh, terus nenteng gitar dan brewokan, terus pas ada yang telpon, bunyinya “Pernahkah kau merasaaa..jeng jeng jeng jeng jeng..” yang bisa didenger orang satu lift. Kebayang dong cap apa yang langsung menempel pada diri anda.

Jadi masih mau don’t judge the book by its cover? atau udah waktunya anda judging by its cover? Kalau mau aman ya diliat covernya dulu, di flip through dalemnya juga, selalu teliti sebelum membeli ya, apalagi kalau barang yang sudah dibeli tidak dapat ditukar atau dikembalikan.

Read Full Post »

Pembahasan yang satu ini memang tidak akan pernah ada habisnya. Tetap seru sampai kapanpun. Timeless kata orang. Tapi jangan ditanya kenapa saya senang sekali mewawancarai wanita yang satu ini. Pertama, orangnya cantik. Kedua, bodynya semlohoyyyy gimanaaa gitu. Bukan to the L to the Bay yah.. tapi memang kenyataan. Kata dia itu anugerah Tuhan, “Gue pake tertutup pun pasti tetep keliatan seksehhh” begitu katanya suatu hari. Ok deh tante, saya mengerti betul tanpa anda ngomong..mungkin itu jurusnya mendapatkan brondong-brondong yang tumbuh bersemi seperti bunga di tamannya.

Tadinya posting yang ini judulnya “Forbidden Love” tapi sepertinya engga forbidden banget kok. Mau sama brondong ya silahkan. Mau sama yang tua banyak santennya juga gak papa. Brondong, lebih enak brownies ya. Brondong maniesh katanya lagi. Saya pun jadi terbiasa memanggilnya ‘tante’, tapi bukan berarti saya ‘anak asuhnya’ loh.

  • Tante: “Brondongku cuman 2 sihhh, tapi yang aku jadiin pacar cuman satu..” Begitu katanya mengawali percakapan, untung bukan ada 5 yang rupa-rupa tampangnya.
  • Saya: Emang beda berapa taon sih sama si brondong itu? Lanjut saya penasaran.
  • Tante: “Ehm..cuman 3 taon kok, masih okey ya harusnya. Tapi dulu pas kita pacaran, dia masih anak sekolah satu SMA, akunya udah kuliah hahahaha..”
  • Saya: Lalu apa yang membuat tante seperti kamu termehek-mehek pada dirinya?
  • Tante: “Okay, asal mula aku ketemu sama dia aja dulu yeee.. Dulu kan lagi jamannya chatting2 gitu.. Suatu sore aku ke warnet, terus kenalan deh.. tapi pas chatting itu sempet marah2 gitu deh.. Nih anak nyolotttt bangetttt..” begitu ratapnya..
  • Saya: Lah jadi ketemu di dunia maya nih ceritanya?? Masih musim ya hareee geneee batin saya.
  • Tante: “Iya dunkkkk” ujarnya semangattt..
  • Tante: “Terus pas udah lama akhirnya dia minta maaf gitu deh.. Pas itu aku masih belom tau orangnya kaya apaan, secara belom liat fotonya gitu.”
  • Saya: Jadi apa yang bikin kamu sampe termehek-mehek pada dirinya??
  • Tante: “Yaaa pengorbanannya itu loch.. buat anak SMA.. emang edannn.. dia pernah ngabisin 10 juta buat telpon aku doangggg.”
  • Saya: Yaelaaaa..terkejut? kaget? biasa aja?
  • Tante: “Dia itu di Medan, terus kabur dari rumahnya ke Jakarta buat nemuin gue.. sooo sweetttt bener gak siy??” Kata tante sembari mengingat-ngingat.. tapi kayanya inget benerrrr kronologis percintaannya.
  • Saya: Asal jangan diculik ya tante.. seperti kasus di Facebook yang sedang marak belakangan..
  • Tante: “Yeee mana aku tau dia kabur dari rumahnya.. ucapnya membela diri.. Akhirnya bokapnya telpon aku tanyain anaknya.. Jadi aku jadian sebelom ketemu sama dia lohh..”
  • Saya: … Oh My God!!! Teliti sebelum membeli dong, apalagi kalau barang yang sudah dibeli tidak  bisa dikembalikan meskipun kondisinya masih layak jual.
  • Tante: “Tapi jadi keterusan deh pas udah ketemu.. abisan masa anak SMU mau sama anak kuliahan gitu..”
  • Saya: Terus kalian jadian berapa lama?
  • Tante: “4.5 taon.. Medan-Jakarta” kata si tante seraya flashback ke masa lalunya..
  • Saya: Terus what makes him so special gitu buat seorang tante kaya elo?
  • Tante: “Kurang ajar!!! dia itu romantisss bangettt lohhh..”
  • Saya: Gimana rasanya jadian sama brondong tante? Penasaran saya gak ada abisnya membahas topik ini dengan wanita itu. Pas surapas deh rasanya.
  • Tante: “Yang pasti jadi ngerasa muda terussss.. Enak lagi selalu menang.. Secara dia sangat mengalah sama gue..”
  • Saya: Hmmm baiklah.. Lalu apa yang membuat elu memutuskan hubungan yang sudah dibina selama 4.5 tahun ini?
  • Tante: “Aku seram buat jadi mantunya oom (Lahhh kenapa dia panggil gue oom coba,gue kan masih brondong juga hahaha).. Dia itu benci banget sama mamanya, karena mamanya itu ninggalin dia dari dia masih di bangku SD gitu. Terus karena dia udah jadian sama aku, baru deh dia mau maafin mamanya gitu deh. Aku gak mau pacaran sama anak durhaka gitu..”
  • Saya: Terus terus terus..
  • Tante: “Setelah dia maafin mamanya, ehhhh aku didepak sama mamanya. Padahal tuh dari Aussie mamanya udah telpon nyokap gue buat cariin cincin buat tunangan, karena dia mau bawa aku kesana. Tegaaanyaaaa setelah mamanya balik indo, gak ada 1 bulan putus deh.”
  • Saya: Hmmm.. complicated yah..
  • Tante: “Jadi tuh putusnya gara2 mamanya itu..jadi di depan cowo aku itu mamanya kelihatan mendukung banget.. tapiiii di belakangnya dia cari segala macem cara biar aku putus sama dia..”
  • Saya cuman bisa manggut-manggut doang sih.. terus masih punya banyak pertanyaan sebenarnya, tentang mamanya terutama. Tapi kalo beneran ditanyain ini blog bisa gak abis-abis. Pertanyaan terakhir buat si tante: Apa yang udah elu pelajari dari hubungan kaya gini?
  • Tante: “Yang pasti mulai sekarang aku gak bakalan mau pacaran deh kalo gak mengenal keluarganya dengan baik dulu. Jadi intinya kalo keluarga udah pada setuju baru deh aku bakal mikir buat lebih serius dalam suatu hubungan gitu. Gak mau terjadi 2 kali dehhh.. Sakit sekaleyyyyyy..”

Dibalik senyuman dan gaya genitnya itu ternyata si tante pejuang cinta juga. Saya salut dengan dirinya. Jatuh bangun menjalani hubungan. Tapi semua dibayar pake senyum (dengan air mata di tengah malam juga kali yaaa – kalo ini saya ndak tau). Akhirnya, sebelum blog ini dipublish si tante berpesan, “Nama cowonya pake ‘POOH’ ya itu panggilan sayangku buat dia”..Baiklah tante..

Yahh akhir kata, mau brondong, mau brownies, asin, keju, coklat. Pilihan balik pada anda. Kalau saya pribadi, sebenarnya antara setuju dan tidak setuju. Usia itu tidak bisa dijadikan patokan juga layaknya ancang-ancang ke suatu tempat. Umur juga tidak berbanding lurus dengan kedewasaan seseorang kadang-kadang. Jadi balik lagi ke masing-masing individu. Kadang ada yang berusaha menjadi dewasa demi orang yang kita cintai, tapi jadinya malah berantakan, karena orang itu tidak menjadi dirinya sendiri. Anyway, buat tante, thanks a lot for your time (dan sesungguhnya dia itu masih muda-belia, bukan tante2 seperti yang anda bayangkan saat ini). Terus berjuang walaupun kisah diatas itu unhappy ending!!

Read Full Post »

Mami Cindy begitu saya menyebutnya, sebuah sosok yang aduhai, pleasure for the eye, cantik, body ok, punya style yang menarik, pokoknya most-wanted banget, satu lagi, sosoknya pun menyenangkan (sama sekali bukan mami-mami kok, tapi entah kenapa saya lebih comfortable memanggilnya dengan sebutan ‘mami’, dan bukan berarti juga saya ‘anaknya’ yah). Di suatu ketika, seperti biasa kami ngobrol ngalor ngidul lalu sampailah di sebuah topik yang rasanya tidak akan ada habisnya dibahas. Seru, simple dan complicated. Hayulu..bingung juga yah.. Saya sebut deh ‘SELINGKUH’. Yap, tidak lain dan tidak bukan, perselingkuhan, yang bisa membuat anda terbuai siang dan malam, gak enak makan, gak enak tidur, gak enak ngapa2in.. Sparksnya itu gimanaaa gitu. Tapi pada akhirnya bikin stress, bikin uring-uringan dan jadi serba rempong kata anak gaul sekarang. Kenikmatan sesaat.

Begitu disodori topik berikut yang masih panas tentunya, Mami Cindy pun nyerocos bak mami-mami, padahal suer deh bukan seorang ibu yang pake konde kok orangnya. “Kalo keadaan yang kaya jalan bareng, tapi udah pegangan tangan, peluk-pelukan, atau layaknya orang pacaran, padahal sebenarnya mereka gak pacaran, sedangkan salah satunya memang sudah punya pacar” begitu jawabnya ketika saya minta dirinya merumuskan apa sih itu selingkuh.

Pengalaman pribadinya pun ikut bicara, “Gue pernah diduain. Jadi ceritanya nih cowo udah punya cewe, tapi karena alesan si cewe ini super protektif dan possesif, jadi dia gak betah dan akhirnya dia jadi deketin gue. Pake bilang sayang pula.” Saya manggut-manggut aja dengan pengalamannya itu, terus saya korek lagi, apa dia menanggapi si cowo tersebut yang notabene sudah punya seorang wanita yang jealous dan possesif amit-amit. Dengan gayanya si mami Cindy menegaskan, “I know it’s bad. Tapi gue malah jadi tertantang untuk ngerjain cowo itu, maksudnya bikin dia nyadar kalo selingkuh itu bukan solusi. Gue sengaja bikin dia jadi suka dan sayang banget sama gue.” Ahhh menyesal saya kenapa juga gak tanya akhirnya gimana cerita ini. Happy ending atau not-so-happy ending. Ah ya sudahlah, sudah berlalu.

Saya pun membawanya ke pembahasan yang lebih dalam, saya bilang, concept rumput tetangga selalu lebih hijau itu apakah benar. Mami langsung bilang, itu gak benar, mau rumput tetangga lebih hijau kek, lebih subur kek, lebih tinggi, lebih langsing, lebih semok, berbunga juga, tapi kan tetep engga bener. Harus control ourselves dong. Begitu kurang lebih nasihatnya. “Gue akan lebih tenang, kalau gue mengakhiri hubungan gue yang sekarang kalau memang ada ketidak-cocokkan, and I am ready to start a new one, daripada nyerempet2 ke rumput tetangga.” Hmm.. you got one point. Moreover, by the end of the day, saya dan dirinya setuju bahwa niat untuk selingkuh maupun untuk tidak selingkuh itu kembali ke individual masing-masing.

“Menurut gue ya, selama pasangan kita bilang mereka ngapain aja, and there is no romance in it, then I don’t find that as an affair”. Lalu dia pun lanjut dengan bahasanya yang diplomatis itu, “Jadi gini ya, I believe in Karma. You will get what you give to others.” Ok deh mamiiii.

Finally, si mami pun berpesan untuk para single: jangan pernah mau dijadikan selingkuhan, it’s not fun at all while you can do other things yang lebih fun and awesome. Untuk yang sudah berpasangan in a relationship: Appreciate and love whom you already have. Always control yourself. Dannnn terakhir, untuk para selingkuhan: stop what you do right now and start a new relationship with a person whom can appreciate and love you with all their hearts.

Kalau sampai baris ini, anda terbayang atau memikirkan seseorang yang bukan partner anda, mungkin ada baiknya anda pikirkan dulu demi yang terbaik. Syukur deh kalau ternyata tetangga anda tidak berumput. Yang penting rumah anda berumput kan? Hijau, kuning, kelabu apapun deh warna rumputnya, coba dirawat tiap hari, siapa tau suatu saat bunganya juga warna-warni. Let’s make life a little bit more colorful just like this blog! Pada akhirnya si mami pun bilang, “Udah ya mami mau merumput dulu..” Nah lohhh, apa itu tandanya rumahnya tidak berumput? mau nyolong rumput tetangga? mau makan rumput? ah sudahlah, semoga rumputnya pas ya mami seperti yang engkau harapkan; asal jangan rumput orang engkau embat.

Read Full Post »

:: Little conversation ::

This time my post will be in bahasa.

Based on the the true story.. di suatu sore.. di hari Minggu.. 3 orang pemuda dalam sebuah perjalanan ke suatu tempat serba ada.. di dalam mobil maka terjadilah percakapan berikut:

  • A: Jadi elo sama sapa sekarang?
  • B: Gue sendiri aja nih.. lagi focus kerjaan..
  • A: Yaelahhh.. gak usah mikirin duitlah.. umur kaya kita udah harus mikirin cewe..
  • B: Hehehe.. emanggg.. but not for me.. Elu aja tuh kan elu lebih tua dari gue.. santaiiii..
  • A: Sial loooo.. mau cari yang kaya apalagi sih??
  • C: Iya bener.. hayuluu dikit lagi udah kepala 3 lohhh.. btw gue ceritain ya.. kemaren ada temen gue.. 2 cowo memperebutkan 1 cewe.. tapi 2 cowo ini beda kasta.. gue udah yakin banget dia bakal dapet sama yang tajir.. ternyataaa.. dia malah milih yang biasa aja.. padahal nyokapnya udah sreggg banget sama yang tajir itu..
  • A: tuhh dengerin.. jaman sekarang mah udah beda.. gak kaya duluuu..mommy cannot do the talk hahaha..
  • B: Hmm.. okayyy.. tapi menurut gue ya.. cewe suka elu is one thing, keluarganya gimana??
  • A: Hahahaha peduli deh keluarganya, yang penting anaknya!! hahahaaha.. ntar gak dapet2 loooo.. dulu gua berasa banyak banget yang naksir gue.. ehhh satu2 gone with the wind..
  • B: bukan gone with the wind lahhh.. gone with someone else hahahaa.
  • C: tapi kalo si A mah udah gak peduliii.. siapa juga jadiiiii..
  • A: sial loooo.. gue kan gak jelek2 amat kaliiii.
  • B: hmmm… menghibur diri ya looo.. gue daftarin elu ikut take me out aja ya?? hahhahahaa..
  • A: gue gak se desperate itu kali!!! yaaa abis mau gimana.. satu2 menghilang gituuu..
  • B: elu kurang bersosialisasi sihhhh..
  • C: iyaaa.. kerja meluluuu..
  • B: Jadi judulnya ABCD?? Any Body Can Do?
  • A: Kurang ajar!!!

Dan sampai deh mereka di tujuan..

A adalah seorang pemuda mapan.. beberapa kali putus cinta.. putus nyambung gitu lahh.. abis dia sukanya abg.. hmm.. dia selalu bilang, ada cewe cakep gak.. kalo menurut saya cewe cantik gak mutlak hukumnya.. gimana itu cewe membawa diri aja.. Alesannya simple, wanita cantik, kalo keluarga gak setuju, kalo gak nyambung, kalo possesif, kalo suka ngatur,  mau bilang apa hehehe.. Alesan kedua, kalo cowonya biasa aja.. gimana mau mengidam2kan seorang wanita cantik berkelas.. biasa aja dalam arti fisik ya.. kalaupun ada cewe cantik belom tentu juga mau di hati kan hehe.. I am speaking about the reality.. udah gak jaman cinderello ya.. kalo ada yang mau kenalan sama si A.. just leave your comment at the bottom of this page hahaha..

B adalah seseorang yang 1 tahun lebih muda dari si A.. open-minded, kerjaan yaaa lumayanlahhh, gak terlalu ribet soal urusan cewe.. mau jadian ok, mau patah hati yaaa apa mau dikata.. Dia menganggap patah hati itu bukan suatu kegagalan, tapi pelajaran buat yang akan datang.. Cinta mau diapa2in ya tetep cinta dong begitu katanya.. Harus bisa realistis, liat keadaan yang sebenernya.. Sepupu2 si B yang lebih muda pun udah pada married.. malah ada yang udah punya anak.. tapi dia selalu bilang jodoh orang itu laen2.. ada yang lama, ada yang cepet, dan gak bisa dipaksakan.. married, punya anak, last question: bahagia gak idupnya? kalo bahagia ya syukur alhamdullilah.. kalo engga bahagia yaaaa.. harus tabah yaa.

C adalah seseorang yang keliatannya lebih tua dari umur aslinya.. ehm.. bukan lebih tua, tapi lebih dewasa kali yaaa.. udah di ambang pintu perjodohan juga sepertinya.. kerjaan udah mapan..bedanya sama si A, si C ini bukan yang tipe ABCD alias Any Body Can Do.. masih menimbang bibit, bobot, bebet.. masih single juga.. beberapa kali putus nyambung sepertinya.. dan kalo penasaran, salah satu temennya yang dia ceritain itu adalah pejuang cinta hahaha..

Read Full Post »