Feeds:
Posts
Comments

Archive for May, 2010

Yang akan anda baca berikut ini bukan merupakan tulisan saya, tapi saya tergerak untuk menyampaikan berita ini untuk anda. Rasanya nggak ada salahnya ya kalau bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Saya pun nggak berasosiasi dalam bentuk apapun dengan yayasan berikut. Awalnya hanya membaca note ini karena temen saya di tag, lalu saya pikir yah kenapa engga meneruskan, siapa tau hati anda bilang “ya boleh juga nih.. kapan terakhir anda membuat orang lain tersenyum bahagia?”

What do you do for fun?
Kami yakin jawabannya sangat beragam.
Buat yang sibuk kerja, menghabiskan hari Minggu nonton DVD bisa jadi hal yang menyenangkan. Buat yang suka ngopi, nongkrong di Starbucks bareng teman-teman jadi saat yang ditunggu-tunggu. Penyuka musik? Jadwal konser-konser yang akan datang pasti sudah menuhin calendar di handphone.

Guess what, kita beruntung bisa senang-senang 1-3x/seminggu.
Gimana dengan anak-anak jalanan yang sekolah di Nurani Insani?
Cara mereka menghibur diri cukup sederhana: nonton dangdutan di dekat sekolah.
Apa yang mereka lakukan saat perpisahan sekolah?
Mereka panggil tukang balon yang lewat di depan sekolah, beli balon warna-warni, trus di lepas ke angkasa. Voila.. Their farewell every year.

Namun tahun ini 50 siswa SMP dan SMA Nurani Insani punya harapan yang berbeda. Harapan yang mungkin nggak ada apa-apanya buat kita, tapi berarti banyak buar mereka:

Mereka ingin ke Jogja.
Borobudur yang bisa kita kunjungi kapan pun kita mau, jadi destinasi yang mahal buat mereka. Alun-Alun, Keraton dan Malioboro? Cuma pernah lihat di TV.

Rencana mengunjungi Jogja pun diatur sedemikian rupa. Mereka akan menghabiskan 12 jam ke Jogja naik kereta super ekonomi seharga Rp 48.000,-. Mereka akan bermalam di losmen extra ekonomis seharga Rp 30.000,- dengan isi 6 anak per kamar. Untuk menghemat biaya, kunjungan ke Jogja pun direncanakan hanya 2 hari 1 malam. “Yang penting ngeliat Candi Borobudur!”, itu cita-cita mereka.

Sayangnya dengan perencanaan sedemikian sederhana pun, biayanya masih terlalu besar buat mereka. They need our help.

Why do we need to help them?

Cause it means THAT much to them.

Buat sebagian anak, farewell ini bukan hanya perpisahan kelas kelas 3 (SMP dan SMA), namun juga perpisahan dengan sekolah dan teman-teman. Sebagian tidak akan meneruskan sekolah dan akan bekerja penuh waktu. Mereka ingin perpisahan ini jadi hari yang bisa dikenang.

Untuk membantu mereka, biaya per anak untuk keseluruhan trip adalah Rp 150.000,-. Per orang bisa membiayai 1 anak atau mungkin lebih.

Sumbangan bernilai di bawah itu, tentu akan tetap kami terima. Bila nilai donasi adalah Rp 50.000,- maka teman-teman bisa mencari 2 teman lain yang juga berminat menyumbang dengan nilai yang sama, maka bertiga kalian akan mensponsori 1 anak 🙂

Bila berminat, mohon kirimkan donasi paling lambat tgl 31 Mei 2010 ke:

Yayasan Nurani Insani
BCA Cabang Penjernihan Jkt
No. 111-300-4260

Bila ingin tahu lebih banyak tentang trip ini, berminat ingin ikutan trip atau ingin tahu lebih banyak tentang Sekolah Nurani Insani, mohon hubungi salah satu admin ini di facebook: Melany Tedja, Arief Aziz, Jurist Tan, Sekar Sosronegoro.

Please help spread the news.

It’s time to share. Let’s help them have one memorable time in their life.

Advertisements

Read Full Post »

Hayoooo apa udah pada beli CLEO edisi Juni?? Lalu kalau anda bingung, ada apaan sih.. Beli dulu ajaa.. lalu dibaca, diresapi.. Bisa buat bekal anda jalan2.. dan tentunya there is something inside hehehe.. Buruannn beli yaaa..

Read Full Post »

Sepertinya apapun kepercayaan yang anda anut, maka anda akan disarankan untuk selalu bersyukur dalam segala hal. Memang klise ya. Apalagi haree genneeeee.. dimana persaingan semakin ketat, mulai dari cari makan sehari-hari, terus ditambah, tuntutan pekerjaan dan gaya hidup, kayanya memang nggak segampang itu. Bahkan mungkin dari kita bakal ngomong “Menurut elooooo..” apalagi yang harus disyukurin atau emang ada yang bisa disyukurin.. Coba anda pikir kapan terakhir anda bersyukur ya?

Ibaratnya kalau si tetangga pake mobil Jaguar keluaran terbaru, ya udahlah bersyukur aja kalau kita cuman mampu beli mobil made in Japan. Cuman si hati yang bakal jerit2 “Ayo kapan giliran elu beli Jaguar atau Bentley”.. itu baru urusan mobil ya.. Saya rasa si ibu-ibu pun juga sama, kalo ngeliat sesama ibu-ibu socialite menenteng Hermes keluaran terbaru, limited edition, harus pesen dulu 9 bulan kaya orang nunggu bayi, terus ketika si bayi ini owe-owe udah diajak jalan-jalan ke mall, ditunjukkan kepada dunia “Ini lhoooo bayi saya yang paling cute buatan Hermes’… Si hati juga pasti nggak terima lah diperlakukan seperti itu.. Memang tuntutan hidup nggak akan ada habisnya..Itulah manusia ya, punya kadar ego tinggi, yang kalau bisa nggak boleh kesaingan siapapun..

Menurut saya pribadi, mungkin ada fase-fase tertentu dimana orang akan merasa seperti itu.. Tapi ujung2nya kalau bisa bersyukur, keadaan akan jauh lebih baik. Si hati pun protes “Kok bisa lebih baik? Lebih baik dari HongKong?” ya iyalah, lebih baik dari HongKong kalau nggak bisa ke Paris.. toh HongKong juga ngga jelek-jelek amat kan.. syukur-syukur bisa ke HongKong. Setelah fase itu terlewati maka orang itu akan sendirinya bakal lebih terbuka dalam arti bisa nerima apa yang dia punya, segala berkah yang dia udah dapet, segala fasilitas, kemewahan dan semuanya yang udah ada. Termasuk pekerjaan, orang yang dia cintai, teman2 yang bisa diajak gila2an. Ini memang kedengaran biasa, tapi buat sebagian orang, ini merupakan hal yang mereka nggak punya. Ibaratnya seorang yang kaya raya, tapi nggak punya temen, atau diserang berbagai penyakit and the gank. Mengenaskan bukan. Sekali lagi, bersyukur makanya.

Saya juga kadang heran, ada orang yang bawaannya complainttt melulu.. Seperti  biasa kan kalo hari Jumat udah kecium bau-bau weekend, terus tetep aja ada orang yang protes ‘Gila ya kerjaan gue repot bangettttt’.. Kata si hati sih sukur sukur masih punya kerjaan, berapa ribu orang yang lulus kuliah dan nggak dapet pekerjaan yang layak. Semua bisa dikomplain, kenapa ya hidup gue begini, kenapa ya hidup gue begitu. Kenapa gue nggak bisa kaya si ini, kenapa gue ngga bisa kaya si itu. Kenapa dia bisa ke luar negeri terus, kenapa dia bisa ganti mobil tiap hari kaya ganti baju. Siapa tau ganti pacar tiap bulan. Who knows.

Kalau diliat lebih jauh, mungkin yang biasa kita liat sehari-hari itu adalah ‘end results’. Kok bisa? Iya dong, kita jarang sekali atau bahkan nggak pernah melihat dan merasakan prosesnya untuk bisa menjadi seperti sekarang ini. Yang kita tau kan “Ooooo si A itu hidupnya enak, serba mewah, semua udah ada”.. Yes, itu luarnya, tapi prosesnya? Kita kadang menutup mata kalau dulunya si A itu pedagang keliling, pekerja keras, sering dipandang sebelah mata dan lain-lain. Belum lagi si B yang tiap bulan ke luar negeri; well, yesss.. tapi kita juga sering menutup mata, gimana si B lembur tiap hari di kantor (mengeluh atau engga, saya nggak tau ya), tapi yang jelas, berkat itulah dia dipromosikan, naek jabatan, diberi fasilitas ini dan itu. Proses yang kadang kala harus melatih emosi dan temperament anda, keringet dan air mata. Kayanya if we do something good, pasti orang lain yang bakal liat kan. Kalau saat ini anda bilang nggak setuju sekali atau ini nggak terjadi pada anda, mungkin udah saatnya anda berpikir, dimana dan bagaimana usaha anda itu bisa lebih dihargai. Semuanya kan ada waktunya. Siapa tau hari ini, nanti sore, besok pagi, minggu depan, bulan depan atau tahun depan.

Jadi coba anda berpikir, apa yang udah anda punya, apa anda udah bersyukur? Wish list selalu ada, untuk memotivasi anda, tapi nggak untuk menjadikan anda sebagai orang yang lebih demanding, atau bahkan menjadikan anda lupa bersyukur untuk semua wish yang udah kesampean. Lalu si hati berkata “tuhhh dengerin tuhhhh..”

Read Full Post »

Jangan salah sangka dulu ya, foot fetish itu salah satu treatment di sebuah spa nan mungil di bilangan Gandaria, deket Pondok Indah sonoan dikit deh. Tepatnya nggak jauh dari Gandaria Height yang lagi dibangun. Tadi siang yang kedua kali saya mengunjungi tempat itu setelah kena syndrome ‘hari minggu nggak-tau-mau-ngapain’, dan ternyata surprisingly si mbak masih inget saya pas saya telpon (bukan karena saya utang di kunjungan pertama ya). Saya malah udah lupa dulu treatment ngapain, kayanya reflexiology juga. Anyway, itu udah 3 bulan yang lalu.

Ujan-ujan tadi siang, abis dimsum pula, kayanya emang paling enak memanjakan diri. Pengen ke Kenko tapi males juga kalau harus jauh-jauh ke Grand Indonesia. Akhirnya saya putuskan ke Cozy. Seperti biasa saya telpon dulu lah, karena si Cozy ini konon laris manis di ujung minggu. Tadinya saya bingung, mau foot reflexiology atau foot fetish.. tapi sepertinya foot fetish lebih menarik karena ada foot scrubnya, sedangkan foot reflexiology ada foot bath nya with peppermint salt (yang saya juga pengen). Bayangin aja kalau harus nendang-nendang sehari 2x kali 6 hari.. kurang lebih 12 kali kan.. Jujur aja kaki saya kaya udah mati rasa. Pegel pun udah nggak berasa, tapi kudu harus direfleksi (alesan buat tidur siang sekalian).

Finally, foot fetish lah yang saya pilih. Pas masuk, dipersilahkan duduk oleh si mbak, terus nggak lama mulai diantar ke lantai atas. Suasananya memang sangat mendukung, adem ayem deh. Pas mau mulai ditanyain  mau dengerin MP3 nggak, karena mereka kaya udah siapin playlist yang bisa membawa anda ke alam mimpi, tapi saya memilih nggak dengerin MP3, mending dengerin ikan bernyanyi di aquarium. Tempat ini memang dipenuhi aquarium, biru2, ada ikannya. Sesuai warna pilihan ya, hijau adem dan biru air.. Jadi tambah adem. Total 90 menit deh.

Pertama, kaki saya direndem di peppermint salt itu, aer anget. Lalu digosok pake potongan jeruk nipis dan lemon kayanya. Baru setelah itu mulailah dipijet, saya langsung tidur. Mantabbbb. Baru kebangun setelah kaki berasa dingin karena dilumuri scrub coconut something-something, tapi nggak terlalu bau kelapa. Terus didiemin sebentar, baru kemudian discrub deh. Selesainya itu saya juga nggak yakin itu apa, kaki saya dilumuri kaya semacam toner, adem-adem gimanaaa gitu. Terus dilap, dan dikasih semacam lotion lah. Sampai disini saya kira udah selesai, ternyata masih ada shoulder and neck massage. Yang ini enak bangetttt. Apalagi setelah sekian lama nggak reflexi. Bener2 nggak pengen selesai rasanya (cuman ya harus selesai,wong 90 menit doang bookingnya)

Jadi kalau anda masih nganggur pas baca ini, dan nggak ada kerjaan, coba deh dateng ke Cozy, hari Minggu kan jalanan sepi, tepatnya di jalan Gandaria I no 69C.. atau anda bisa tanya ancer2nya, menunya, jam buka, jam tutup, dan semuanya sama si mbak di 7252853.

Read Full Post »

jasmine cakecan u find the elephant?the napkin

Read Full Post »

Saya mendarat di restoran ini sesaat sebelum jam 6. Disambut ramah oleh si mbak dan si mas, yang semuanya memakai thai silk sebagai accent bawahan. Begitu memasuki ruang makan, wangi jasmine pun merebak, dengan hiasan ala Thai yang tidak terlalu maksa, plus bunga anggrek dimana-mana dan dominasi kayu hitam. Nice place.

Usut punya usut, si Blue Erawan ini adalah cabang dari Blue Elephant Restaurant yang dapat ditemui di London, Bangkok, Dubai, Copenhagen, Brussels dan lain sebagainya. Saya sempet mikir, yang di London itu deket apartment saya, tapi saya malah belom pernah cobain. Sejarahnya kembali ke tahun 1980, di Brussels sebagai tempat pertama restaurant ini berdiri. Tapi saya bingung juga, kenapa yang laen namanya Blue Elephant, terus cuman di Jakarta yang namanya Blue Erawan. Meskipun begitu anda bisa menemui si elephant dimana-mana.

Gajah Putih sebagai simbol kemakmuran atau apalah gitu, dapat ditemui hampir disemua sudut, mulai dari serbet, tempat duduk, sandalan kursi, piring, gelas, tempat teh, sampai tempat bill, semuanya gajah. Pas mau masuk juga ada gajahnya berdiri di deket pintu. Jadi membawa kita sesaat ke Thailand. Memang udah lama saya pengen mencoba yang authentic Thai, bukan yang ekspres segala macem. Direkomendasikan oleh salah satu teman saya, jadi deh saya ke Blue Erawan ini.

Pembukanya complimentary dari sang chef, yang terdiri dari beef salad, steamed tofu, plus fish samosa, semua dalam ukuran sekali makan. Terus yang harus dicoba ya kalau anda kesana:

  • Royal Fried Rice: nasi goreng, tapi yang ini nggak coklat, tapi putih (mungkin sesuai theme gajah putih yah), semua jadi satu, sayur, ayam, crab meat, telor, udang and the gank. Nasinya wangi, buttery rasanya juga enak banget, sesendok nggak bakal cukup.
  • Beef cing cong cing cong: karena saya lupa namanya, yang jelas potongan tenderloin yang dipanggang well-done, terus dikasih saos apa gitu, pedes manis. Yang ini meskipun well-done, tapi nggak alot.
  • Salmon clear soup: a must-try kalau anda bosen dengan tom yam soup yang biasa, yang ini clear soup, ada potongan salmon dalemnya. Isinya? Ya sesuai namanya, cuman salmon doang. Kuahnya enak, ada jahenya, ada daun jeruknya, ada macem2 deh. Penuh rempah, asem tapi nggak terlalu asem. Agak pedes dikit. Yummy. Yang ini kayanya bakal bikin kangen.
  • Green Curry Beef: disajikan dari tempat tanah liat gitu, nggak banyak, tapi sangat rich, daging sapinya juga banyak, aubergine nya juga banyak, tomat sayurnya juga banyak. Sesuai namanya, semua ijooo warnanya.
  • Vermicelli Salad: agak pedes, agak manis, yang jelas isinya su-un.. dicampur pake lemon, dikasih irisan cabe merah, ditaburi daun kemiri, plus kacang yang diancurin, ada udangnya beberapa biji, terus semua agak dingin. Rasanya asem, manis, asin, campur-campur deh. Su-un nya itu nggak licin-licin banget, tapi kaya bihun. Yummmm..
  • Kalau anda masih sanggup, coba order dessertnya. Yang khas si singkong itu, tapi nggak pake santen, cuman dikasih ice-cream vanilla. Saya coba jasmine cake, kaya  bolu, aroma melati, tapi kok atasnya pake bawang goreng. Lucu rasanya. Kalau anda tipe adventurous coba yang ini.  Terus terakhir ada lagi ketan duren yang bikin nangis. Why? Karena ketannya limited edition, durennya montok direndem santen. Nangis deh karena harganya, karena rasanya, atau karena dikit bangettt.

Sebagai info tambahan, hampir semua meal disajikan pake sekuntum anggrek. Mulai dari appetizer, terus main course dan dessert. Minumnya tetep thai iced-tea tapi tetep aja pake anggrek di pinggirnya. Servicenya flawless, tiap makanan yang hadir dijelasin satu-satu, pas pesen juga ditanya mau biasa aja, mild atau extra hot. Semua bisa diatur. Lalu si mas jelasin juga cukup di share buat berapa orang, biar nggak lebih, biar nggak kurang. Tapi porsi yang di meja itu lumayan buat sharing, misalnya si Royal Fried Rice yang cukup buat sekitar ber 4 (mau buat ber1 juga boleh sih). All in all, it was a pleasant sensory experience. Menurut saya, banyak sih makanan enak, tapi kalau yang bikin kangen.. hmm.. belum tentu kan.. Tapi yang ini definitely bikin kangen.. apalagi ketan durennya itu.. yumm…Kalau pada akhir posting ini anda udah membayangkan yang pedes, yang asem, yang manis, kenapa nggak coba aja hari ini. Alamatnya Cut Meutia no 2, atau coba liat di websitenya www.blueerawan.com Selamat mencoba.

Read Full Post »

Toko yang satu ini sesuai namanya menjual berbagai macam cake kecil2 ala Jepang-Jepang gimana gitu. Terletak di Pacific Place lantai 4, sebenarnya udah beberapa kali saya intip, tapi baru kemarin saya memberanikan diri untuk masuk di toko mungil itu. Kalau dari luar keliatan aneka toko yang dihias berbagai macam rupa dan warna. Terus displaynya juga dipajang beraneka cupcakes dan wedding cake.

Stylenya mereka semua pake icing sugar diatasnya. Begitu anda masuk, udah tercium aroma icing sugar dan cakes nya, plus alunan musik jazz. Yang paling menggoda parade cupcakes yang di toples itu. Sangat menggoda hati. Mungkin dihias begitu cantik ya biar menarik hati dan sedap dipandang. Ketika saya masuk si mas (ya, cuman ada si mas doang) lagi sibuk maenan handphone. Tokonya kecil nan imut, cuman ada sepasang kursi ala Cinderella terus sama meja kecil.

Yang pertama keliatan si strawberry shortcake, saya langsung bungkus itu. Saya pikir kalo di Jepang, cake yang ini merupakan benchmark gimana enaknya kue-kue yang lain. Lalu ada yang tinggal 1 mejeng di display, kata si mas itu andalan si Cafe Sweets ini, Opera Green Tea namanya. Bungkus mas. Lalu di ujung tinggal ada 2 cake model mochi, yang ternyata emang mochi. Chocolate atau Vanilla. Karena merasa di antara dua pilihan, akhirnya saya tanya si mas, yang ini isi apa, yang itu isi apa. Woww ternyata si Vanilla mochi lebih tempting, vanilla custard, strawberry filling, plus green tea mousse atau apa. Bungkus mas jadi total dosa saya 3 biji hari itu. Packagingnya pun nggak biasanya, tapi dikotakkin satu-satu, cuman kantong kreseknya nggak banget deh. Kalau si empunya baca blog saya, usul ya, bikin paper bag aja. Sayang tuh dibungkus cakep-cakep tapi luarnya tetep kresek merah muda motif bunga. Kebanting jadinya.

Anyway, cakesnya emang harum nan aduhai, jadi sepanjang jalan pulang rumah, mobil saya dipenuhi bau2an dari 3 cakes itu. Jalan macet malem itu membuat saya tambah penasaran gimana sih rasanya cakes ini. Sampai di rumah digelarlah hasil perburuan dosa hari itu, saya pun mengajak adik saya untuk berbagi kebahagiaan (atau berbagi calories tepatnya). Pertama, kita hajar si mochi. Rasanya unik, nggak terlalu manis, vanillanya pas, nggak eneg karena ada si strawberry, terus green tea nya bikin rasanya pait pait gimanaaaa gitu. Kedua, si Opera Green Tea, betul kata si mas, yang ini juara bangetttt. Coklatnya dark chocolate, jadi rasanya pait berpadu serasi sama rasa green teanya. Layer by layer, suapan by suapan, abissss. Yang terakhir si strawberry shortcake. Standard aja menurut saya, karena saya masih bisa berkata2 setelah suapan pertama (kalau saya merem atau diem aja berarti itu enakkkk banget). Tapi sponge cakenya bener2 spongyyy.. kalo dipotong bisa toeng-toeng gitu lah.

Rupanya saya harus membayar mahal untuk 3 dosa tersebut. Damagenya cukup Rp150 ribu rupiah saja. Sekali-sekali bolehlah, tapi kalau tiap hari tanda tanya yah. Anyway, kalau anda masih penasaran sama parade cupcakes, header blog saya saat ini ya si cupcakes nan cantik dan wangi itu. Kasih tau saya ya kalau anda kesana 🙂

Read Full Post »

Older Posts »