Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘jalan senopati’

the chocolate cake shop

Jangan kaget dulu kalau ternyata postingan yang kali ini backgroundnya putih. Ini sesuai dengan concept si awfully chocolate itu yang sangat amat minimalist. Sebenarnya bukan pertama kali nih saya beli kue coklat maha dashyat ini. Bukan to the L to the Bay ya alias lebay, tapi memang benar kalau kata orang don’t judge the book by its cover (trust me sometimes it works!!), keliatan dari luarnya sih biasa aja, tapi rasanya bener2 a little (or a big) piece of heaven on earth. Big kalau anda menghabiskan satu loyang anda sendiri. Usut punya usut, ternyata si kue coklat ini jam terbangnya sudah lumayan tinggi di Singapura. Meskipun saya gak pernah berhasil menemuinya disana. Simpelnya, The-cake-that-make-you-feel-like-uhmmmmm..sambil merem melek.. terlena dan terbuaiiii..

Tokonya sendiri benar-benar minimalist; kalau tanpa plang, kayanya tidak akan ada yang tau kalau itu toko kue, abis design nya mirip cafe atau salon gitu. Kalau suatu hari anda melewati sebuah toko putih banget di Jalan Senopati, gak ada apa2nya cuman kadang keliatan kepala si mbak menyembul di balik meja, lalu ada tulisan ‘awfully chocolate’ nah itu dia yang saya bahas. Coba deh mampir. Semua serba putih. Tapi jangan takut, pilihan kuenya tetap coklat kok, bukan putih. Minimalist: mau yang chocolate doang, chocolate with banana atau chocolate with rum and cherry. Ukurannya pun cuman 2 options, mau ½ kg atau 1kg kalau anda memutuskan untuk share the guilt. Kembali lagi ke concept, di ruangan itu ada meja dan sofa yang juga warna putih, sebenarnya bikin bingung juga, makan di tempat udah pasti engga mungkin, minum pun mereka gak jual, lalu buat apa ya..Hmm.. mungkin buat pajangan aja daripada ruangan itu kosong. Meja si mbak pun bener2 putih polos. Yang ada album hitam lumayan besar memuat foto2 kue yang sudah ditulis2i.. mulai dari BIRTHDAY, XMAS dan sebagainya. Conceptnya minimalist jangan membayangkan si mbak juga minimalist atau pake rok supermini ya, tapi emang lumayan kurus2 dari dulu, gak ada yang gede gitu.. kaosnya si mbak pun cuman ditulis ‘I WANT ONLY’, bersambung di baliknya ‘AWFULLY CHOCOLATE’.. Cukup kreatif memang, tapi kalau si mbak engga muter ke belakang, anda gak pernah tau kan apa sambungannya. Lalu di ruangan serba putih, ketika si mbak mengambilkan kuenya di belakang, sayup2 di-setel deh lagunya Alicia Keys dengan No one lalu next si Norah Jones.. Come away with me.. my chocolate cake begitu batin saya..

Talking about the cake, ini lucunya, coklatnya gak membuat eneg, kalau anda berencana memberi sesuatu untuk calon ibu mertua yang hard-to-please, then you might want to try this cake. Tergantung ibu anda deh, mau yang coklat doang, pake pisang, atau yang rada membuat beliau mabuk kepayang merem melek: pake rum and cherry. Uniknya si kue2 ini yang katanya diimport langsung itu gak leleh meskipun di hawa panas selama 6-8jam, ketika di kulkas pun dia tidak membeku. Chocolate coatnya pun not overwhelming, so everything is just nice. Dalemnya cuman bolu coklat biasa, tapi bukan yang berarti berantakan pas dipotong. Tenang saja, engga mungkin berantakan, kecuali kalo anda memotongnya pake cutter ya. Yang banana pun ok banget, generous servings of banana between the layers, pisangnya tidak terlalu manis, chocolate pas pas pas.. Jadi oke sekali kalau disantap dengan segelas teh.. tawar kalau saya.. kalo kurang manis, mau teh manis, ya monggo saja.. Rum and cherry rasanya agak mirip black forest, tapi yang ini cherrynya banyak, bulat2 besar2.. mantappp deh pokoknya.. Ya iyalah, harga paling mahal di antara teman2nya.. Rasa rhumnya juga berasa sekali, engga lebay kalau saya bilang bisa membawa anda terbang ke langit ke tujuh atau ke sebelas kalau anda mau. Kalau mau sedikit lebay, suapan pertama seperti orgasme. Sampai sini jangan complaint ya namanya juga berlebay ria.

Ok, engga mungkin anda makan disana, karena memang tempatnya bukan buat makan, kecuali kalau anda dengan senang hati diliatin orang dari jalan Senopati sedang menyantap chocolate cake di sebuah ruangan putih bak sebuah aquarium. Dibawa pulang, maka si mbak pun dengan senang menunjukkan ‘ini lohhh kuenya’ (Tenang aja, senyuman si mbak itu free kok bukan extra charge). Lalu ces ces ces dipitain pita coklat, dikasih pisau plastik. There you go! Selamat menikmati. O iya, di meja itu pun ada guest book yang saya lihat sudah 2600 orang yang menulis, heran juga untuk apa, mungkin database nya.

Kunjungan pertama saya tahun lalu, sepertinya mereka menawarkan ice cream yang selalu statusnya ‘Coming soon’. Coba kalau si ice cream itu punya facebook, pasti statusnya saat ini ‘Kayanya gue gak jadi dijual di Jakarta deh for one reason or another’. Tadi siang si plat ice cream itu udah ngga ada, yang ada cuman si chocolate cake itu.. Mungkin gak jadi yah. Anyway, for your info, ada cabang kedua di plasa indonesia, tepatnya dimana, itu tugas anda untuk cari tau ya. Selamat mencari, selamat menikmati, ½ kg OK, sekilo pun OK, buat rame2 pasti seru, buat sendiri pun ya monggo. Siap-siap mabuk kepayang dibuatnya. Si kue coklat super-maha ini (karena maha enak, maha dashyat, maha coklat dan maha semuanya) siap dibawa pulang mulai dari Rp165 ribu rupiah.

Read Full Post »