Feeds:
Posts
Comments

Archive for May, 2011

Gerai toko kue yang satu ini termasuk baru di bilangan Kemang – Jakarta. Tempat dan interiornya pun sangat minimalis. Nggak ada menu lain selaen ya baukumchen itu (bacanya: baukumuhen) dan rasanya agak aneh kalo cuman makan kue sepotong doang disana, karena meskipun di design dengan kursi meja kayu dan sebagainya tapi rasanya lebih cocok kalo buat take away service aja bukan buat tempat hang out.

Si mbak dengan ramah menyodorkan sample icip-icip yang emang kecil banget. Diharapkan indera perasa anda akan langsung tergoda dengan ukuran secuil itu. Sebanyak 4 varian, original, green tea, tiramisu dan chocolate disodorkan buat diicipin, tapi yang paling masuk rasanya cuman yang original aja.

Somehow roti yang ini agak jauh berbeda dengan yang dulu pernah saya beli di Ginza, salah satu toko baukumchen tertua di Tokyo. Rasanya agak plain dan kurang legit. Seinget saya lapisan terluar itu semacem icing sugar yang membaur dengan lapisan dalemnya, tapi si Otaru punya nggak begitu. Sorry to say juga, roti nya agak nyeretin.

Usut punya usut emang ternyata baukumchen ini adalah baked in Kemang, jadi bukan air-flown from Japan. Mungkin yang membedakan rasanya adalah ingredients nya. Anyway, kalau anda penasaran silahkan ke Kemang Raya 31 dan dicoba sendiri, sepotong seharga Rp 18ribu, kalo buat saya cukup sekali deh and no more.

Advertisements

Read Full Post »

:: Truly Asia ::

Malaysia truly Asia – slogan yang selalu disebut-sebut di iklan di TV, digambarkan sebuah tujuan wisata yang semuanya ada. Ada yang bagus, ada yang jelek, ada yang bagus banget, yang jelek banget juga ada maksudnya. Berkuliah disini selama lebih kurang 2 tahun lumayan membuat saya paham, ngerti, kenapa KL bisa jadi seperti Key-El. Beberapa tips kalau anda berniat berlibur kesana dalam waktu dekat.

  • Kalau anda terbang bersama budget airlines, coba dipertimbangkan ongkos dari LCCT itu ke city, karena jaraknya lebih jauh daripada KLIA ke city centre. Selalu gunakan taxi resmi yang bisa diperoleh setelah pengambilan bagasi karena disana banyak calo taksi juga menyambut kedatangan anda. Tiket KLIA ekspres adalah RM35, yang membawa anda ke KL Sentral dalam waktu 28 menit, tapi kalau anda nggak nginep di HILTON atau LE MERIDIEN KL, artinya anda harus ambil taksi lagi ke tujuan akhir anda.
  • Carilah waktu kedatangan yang off-peak karena antrian imigrasi nya bisa lumayan lama sekitar 30-40menit. Belum lagi sekarang ada finger-prints scanning yang menambah lama prosesnya.
  • Kalau shopping menjadi tujuan utama anda, coba deh bawa baju dikit aja sisanya bisa belanja disini. Carilah hotel yang deket dengan shopping mall untuk menghemat transportasi juga. Biasanya hotel disekitar KLCC atau Bukit Bintang emang agak mahal, tapi anda tinggal jalan kaki aja buat berbelanja.
  • Saya sharing sedikit pengalaman saya, pernah suatu saat saya naek taksi ke MidValley dari KL, ternyata baliknya yang repot banget, karena nggak semua taksi jalan balik ke KL. Begitu pun juga kalau anda ke Sunway Pyramid, the Curve atau One Utama, karena mall disini nggak ada yang connected dan lokasinya jauh2an.
  • Cuaca di KL mirip seperti di Jakarta kadang panas kadang ujan, jadi kalau udah mendung-mendung bau-bau mau ujan, mendingan langsung masuk ke mall aja karena nggak kaya di Singapura, mall-mall di KL itu nggak connected to each other.
  • Anda bisa juga mencoba monorail untuk keliling kota tapi seperti layaknya MRT, monorail ini bisa rame banget di jam-jam sibuk, mana gerbongnya cuman 2 jadi pasti sempit banget dan ati2 juga sama bawaan anda.
  • Soal makanan meskipun mirip2 kaya di Jakarta, tapi nggak ada salahnya coba curry puffs yang kaya pastel itu, semakin emperan akan semakin enak. Ada juga yang namanya goreng pisang (yang memang ternyata pisang goreng) tapi rasanya pun agak lain sama si tukang gorengan yang biasa anda makan disini, begitu juga dengan kue-kue jajan pasar lainnya yang kurang lebih adalah disini, jadi jangan lupa cobain ya.
  • Kalau anda berbelanja di daerah Sungei Wang Plaza jangan segan-segan untuk iseng tanya soal diskon. Biasanya yang jaga toko pun mbak-mbak dari indo juga, apalagi kalau anda belanjanya lumayan banyak.
  • Waktu pulangnya spare few hours untuk ke KLIA begitu juga untuk proses check-in dan sebagainya.

Selamat cuti-cuti ya!!

Read Full Post »

Read Full Post »

Memenuhi undangan seorang teman dekat siang hari itu saya bergegas menuju lobby Ritz Carlton Pacific Place. Macetnya Jakarta setiap hari berhasil membuat saya menjadi orang terakhir yang hadir di acara birthday lunch di lantai 6. Fashionably late!!

Tadinya saya nggak kepikir ada restoran disini karena setau saya mereka itu cuman lounge, tapi ternyata ada. Settingnya nggak terlalu luas, mejanya juga nggak terlalu banyak, bahkan kalau saya nggak salah jumlah waiters dan waitresses nya lebih banyak (atau sama) jumlah tamunya. Begitu pintu lift kebuka di lantai 6, si mbak akan langsung menyapa anda dan pemandangan langitnya (atau macetnya) Jakarta bakal ada persis di hadapan anda.

Menurut saya makanannya jauh lebih enak dibanding The Cafe di Mulia atau bahkan Signature di Kempinski. Meskipun layout buffet nya itu sendiri nggak terlalu luas, tapi quality of the food emang juara banget. Nggak ada yang dimasak berlebihan atau terlalu sedikit, everything was in order. Ada Italian pasta station, Western variety yang diantaranya ada ikan saus wasabi, terus roasted chicken dan roasted beef; belum lagi Peking Duck station yang langsung dibuat ketika anda memesannya (3 menit) plus Indonesian variety yang siang hari itu ada nasi pandan, sate lilit, ayam masak pedas, gurame saos kecap, empal bakar dan berbagai jenis kerupuk. Di ujung ada sushi station yang kata teman saya lebih fresh sashimi nya (saya skip yang ini), lalu ada kotak kaca berisi es batu yang atasnya ada mussels dan prawns. Bingung deh mulai dari mana. O iya, ada beberapa chinese food item juga seperti broccoli oyster sauce, beef ribs in soya sauce plus fried prawns in buttermilk (ini harus dicoba!!).

Siang hari itu meskipun jam makan siang, tapi crowdnya masih manageable, nggak serame The Cafe dan anda pun nggak usah ngantri buat ambil makanan seperti layaknya di wedding party. Nilai plusnya udah termasuk free flow of water dan juices, ada iced lemon tea juga. Service wise, oke banget ala Ritz yang Hitz.

Karena dari awal udah men-tag strawberry cheesecake yang udah melambaikan tangannya dari awal saya masuk, tapi agak sungkan karena itu kue belom ada yang motong, jadi masih utuh, akhirnya seorang teman lainnya minta si mas potongin dan akhirnya sampai lah ke meja saya. Yummy for the cheesecake! Di dessert runway ada Indonesian sweets kaya kue talam, onde-onde, bika ambon, lalu ada rosemary chocolate brownies, si cheesecake tadi, almond fruit cake plus berbagai jenis ice cream, berbagai macam buah-buahan, terus masih ada kaya mango mousse, chocolate mousse, dan mousse lainnya. HEAVEN!! Saya cuman sebutin doang ya, bukan berarti saya makan semuanya. Pengen sih cobain semua, tapi apa daya kapasitas perut segini-gini doang.

I will definitely return!! Untuk semuanya itu seharga Rp 238.000++, discount kalau pake ANZ dan BCA Platinum. Lupa tanya deh sampe kapan. Saya sudah, terus kapan giliran anda? Nanti siang mungkin?

Read Full Post »

Taukah anda adanya relative ‘positioning’ yang bisa dijelaskan kurang lebih seperti sebuah atribut di dunia marketing yang sangat penting untuk kelanjutan hidup sebuah product or service? In short, positioning can be defined as the way a product is perceived by the target group on important attributes, the ‘place in mind’ a product occupies relative to its competitors (Pelsmacker, et al., 2004).

Kira-kira begini, bagaimana anda memposisikan diri anda (sebagai product) yang kemudian akan dinilai oleh sebuah target group yang mungkin adalah orang-orang di sekitar anda (atau boss anda) dengan beberapa atribut penting, yang kemudian menjadi ‘nilai lebih’ dibandingkan dengan competitor anda. Lalu gimana dong diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?

Contohnya di lingkungan sekitar anda yang saya yakin anda menghabiskan waktu lebih banyak di kantor daripada di rumah anda sendiri. Interaksi dengan orang-orang sekitar anda lambat laun otomatis akan menciptakan kepribadian anda yang ‘baru’ yang mungkin cuma bisa dijumpai di lingkungan kerja anda. Jadi anda merupakan identitas yang berbeda ketika anda di kantor dan beda lagi ketika udah jam pulang kantor (walaupun mungkin nggak terlalu ekstrem).

Pertanyaannya adalah bagaimana anda membawa image anda sendiri untuk kemudian ditunjukkan ke lingkungan anda. Misalnya anda ingin dikenal sebagai orang yang gampang bergaul, sociable, mudah dipercaya dan mempunyai loyalitas tinggi terhadap pekerjaan anda. Attributes ini kemudian otomatis akan terprogram ketika anda berada di tempat kerja dan tanpa anda sadari lambat laun anda akan menunjukkan attributes tersebut.

Gampangnya anda pengen orang lain menganggap anda seperti apa sih? Apakah seorang boss yang tegas, nggak banyak omong, ngomong seperlunya doang, auranya berlebihan sampe bikin orang gemeteran ketika anda sapa; atau seorang yang bisa diajak kerja sama, gampang kenal orang, kerjaan dibawa seneng aja meskipun sebenarnya anda nggak puas? Attributes unik tersebut akan terasosiasi dengan kepribadian anda dan memudahkan orang untuk mengenali anda, misalnya si A yang emang mudah kenal orang, si B yang selalu jaim atau si C yang emang tukang ngaret.

Saya sendiri setuju bahwa nggak cuman products atau services yang harus dipositioning tetapi juga orang, human resources dan human skills. Di dunia kerja misalnya, bagaimana anda menjadi pribadi yang berkarakter, yang emang ‘elu banget’ yang nggak bisa di copy bagaimanapun caranya oleh orang lain.

Jadi kalau sampai saat ini anda merasa anda termasuk dalam kategori yang posisi nya bisa dicopy oleh siapapun, coba deh pikir sesuatu yang memang ‘ANDA BANGET’ yang nggak bisa dicopy dan anda pengen orang lain tau bahwa itu anda, anda itu seperti itu! Selamat mencari posisi ya!!

Read Full Post »

“New ones must be given a chance, to improve, to advance; not to blindly show off or merely to feel superior than others.” unknown

Read Full Post »

The power of media memang nggak bisa dipungkiri kehebatannya. Ini terbukti dari beberapa kejadian beberapa bulan terakhir yang saya yakin anda pun udah agak mbleneg membaca headline di koran yang itu-itu lagi. Pembahasannya pun nggak ada ujungnya, semakin santer rumornya kayanya semakin laris yang beli medianya.

Di suatu ketika pembahasan itu bukan ke arah solusi, melainkan ke arah yang mewabah dalam arti mulai tarik sana tarik sini, melibatkan pihak2 lain yang menurut saya cuman sebagai bumbu biar lebih meriah. The more the merrier adalah judul konsepnya. Saya sendiri udah agak mulai males baca koran, karena ya isinya itu-itu doang, selama lebih dari seminggu tanpa ada endingnya. Kalau sudah begitu pasti akan ada pemberitaan lain yang lebih menarik, lebih heboh, lebih mencuri perhatian di headlines.

Terlebih daripada itu, kalau diperhatikan secara benar-benar, kayanya rumor-rumor atau pemberitaan yang terjadi di masyarakat itu kurang lebih ada faktor kesengajaan untuk diekspos atau dilebih-lebihkan dengan tujuan supaya perhatian orang akan teralihkan dengan pemberitaan lain yang lebih menarik.

Secara lebih luas nggak semua orang bisa menyeleksi mana yang kira-kira fakta dan mana yang merupakan tambahan dari fakta itu yang bersifat sebagai pemanis atau garnish dari suatu berita. Kebanyakan akan langsung termakan berita dan pada akhirnya terbentuklah sebuah opini publik. Pada intinya, media sangat berperan nggak cuman sekedar penyampai berita tetapi juga menentukan dan triggering sebuah opini.

Anda pasti ingat pemberitaan heboh seorang pria berkacamata pake wig lagi nonton tennis di Bali, yang nggak lama kemudian disusul adanya Wikileaks dan tujuan tujuan primer tertentu yang (sengaja atau tidak) dibocorkan, itu belum selesai, kemudian muncul berita seorang wanita aduhai yang berukuran 44D yang (sengaja atau tidak) berhasil mengalihkan berita-berita sebelumnya dalam hitungan hari; belum lagi bumbu-bumbunya sekumpulan orang yang dengan enaknya jalan-jalan keluar negeri dengan dalih studi banding (dengan bahasa Inggris yang belepotan dan soal alamat email yang dibuat-buat). Jadi mari kita tunggu aja what’s HOT next right after this one.

Read Full Post »

Older Posts »