Feeds:
Posts
Comments

Archive for August, 2010

Saya baru sadar, ternyata blog saya ini sering dicari orang karena term ‘potluck’. Saya sendiri baru ngeh untuk pertama kali nya ikutan potluck pas masih bekerja sebagai lecturer di salah satu perguruan tinggi swasta. Abis semester, terus potluck. Basically ya, bawa makanan macem2, pake tema kalau perlu, terus udah deh, pada dasarnya ya saling berbagi. Nggak usah bingung mau bawa apa, bawa sesuatu aja, terus makan2.. Ternyata selain berbagi kebahagiaan, potluck itu juga itung2 berbagi kalori, biar jarum kiloan nggak kanan terus sendirian, tapi diharapkan tamu2 yang dateng juga sama efeknya.

Kira-kira beginilah jadinya kalau 18 orang berkumpul, sedikit lebih banyak dibanding potluck yang pertama. Semakin banyak orang, semakin banyak makanannya.. Taraaaa… Saya sama sekali ngga bermaksud buat anda kepengen atau membatalkan puasa anda ya, tapi daripada anda mikir2 soal makanan, kenapa nggak anda mulai aja ngumpulin orang2 yang mau diajak potluck bersama anda.. Selain makan2 doang, mungkin bisa diselingi dengan game atau ngumpulin donasi untuk orang2 yang kurang mampu… Yaaa selain perut kenyang, hati senang, bisa berbagi itu banyak pahalanya bukan.. Selamat ber potluck ria..

Advertisements

Read Full Post »

Untuk pertama kalinya saya mendarat di Suvarnabhumi Airport di Bangkok, airport yang sempat dikuasai protesters beberapa waktu lalu. Terakhir saya terbang ke London (CGK-BKK-LHR) bersama Thai Airways masih di Don Muang waktu itu.

Layout bandara ini sekilas agak mirip dengan KLIA, mulai dari arsitektur interior maupun eksteriornya. Navigasi ke imigrasi dan pengambilan bagasi pun sangat mudah. Singkat cerita sampailah saya di Grand Millenium Sukhumvit. Sebuah hotel baru katanya yang terletak di kawasan Sukhumvit. Kayanya ini central nya Bangkok, kemana2 tinggal jalan kaki. Good rate juga. Hotelnya masih tampak baru, kamarnya juga sama, meskipun nggak terlalu besar, tapi berasa di rumah, dan saya hampir nggak mau pulang saat itu. Sekian kali keluar masuk hotel, pernah nggak ada receptionist yang rela menemani anda sampai ke entrance hanya untuk manggilin taksi? Ini nih service excellence.

Beberapa temen kuliah saya dulu di London adalah thais, dan tentunya saya nggak melewatkan kesempatan ini untuk reuni kecil2an dengan mereka. Dibawalah ke Starbucks (oh well, ini dimana2) tapi uniknya mereka ada Thai Tea Cake, dan menyajikan non-halal items. Untuk yang non-halal saya nggak sempet coba, tapi pasti akan saya coba kalau saya balik lagi ke Bangkok. Thai Tea Cakenya yummy, meskipun cuman seiprit doang potongannya.

Lalu lanjutlah kita untuk dinner di sebuah restoran local namanya Secret Garden. Sebuah rumah tua yang direnovasi, ada indoor dan outdoor seating, menyajikan local food. Restorannya pun terbagi dua, ada yang untuk dinner dan ada yang cuman tea room, buat ngeteh, ngopi, atau ngecake. Overall, servicenya ok banget. Begitu kita kelar dinner, lalu kita pindah ke tea room untuk dinner session ke 2 (Saya sama sekali nggak mikir lagi kalau saya ini instructor yang harus menjaga porsi makan, ahhh namanya juga lagi off duty). Pilihan cake terpampang di display. Semua menarik, akhirnya teman saya memutuskan Thai Tea cake (lagi!!!) dan karena ada tulisan ‘MUST-TRY’ akhirnya saya putuskan mencoba Earl Grey Tea Cake.  Yang Thai Tea Cake emang harus dicoba, teksturnya spongie, terus rasa thai tea nya enakkkk sekaliiii.. Saya kenyang banget saat itu tapi demi yang ini ngga papa deh kalau saya harus rela diet mati2an setelah balik ke Jakarta. Sementara si must-try itu kayanya harus diganti jadi you-can-try-this-one-if-you-like, earl grey nya sangat strong, saya sih suka, tapi teman2 saya bilang not nice. Rasanya itu kaya lagi minum earl grey tea, tapi berupa cake.. Nah lohhh.. anda coba sendiri ya next time anda ke Bangkok.

Tea Room nya sendiri didekorasi sangat vintage, dengan deretan sofa putih, terus wallpaper bunga-bunga minimalis gitu, serasa nggak kaya di Bangkok. Saya pun nyaris ketiduran di sofa super empuk, abis makan thai food, ditutup thai tea cake, terus minumnya chamomile tea. It was indeed a very nice evening. Pas pulang dapet hadiah hujan. Perfect. Ujan-ujan jadi ngantuk sampe hotel langsung tidurrrr.

Setelah selesai workshop ini dan itu, akhirnya waktunya untuk balik ke bandara. Saya baru sadar, saya belum minum coconut juice padahal udah di Bangkok! Untungnya disediakan ketika saya nungguin boarding time di SQ Premiere Lounge. Anyway, saya sempet ngobrol sama si mbak receptionist itu, saya tanya kapan mereka ada election, dia sendiri bilang belom tau. Dalam hati jangan sampe ada apa2 lagi deh, itu Central masih angus, item-item. Bangkok itu city of angels katanya, semua-semuanya murah, apalagi kalau anda suka makan ini dan itu, belanja ini dan itu, bisa-bisa overweight baliknya, gak cuman bagasi ya tapi kiloan anda tentunya. Saran saya: diet dulu sebelom jalan-jalan, jadi bisa makan guilty-free, dan pastinya itu Thai Tea Cake akan dibungkus untuk yang kesekian. Next trip anybody?

Read Full Post »

Arti katanya adalah re-volusi. Ya, kayanya sih semua orang juga udah pernah denger ya, tapi makna sebenarnya adalah ‘drastic action or change’. Mungkin kali ini saya nggak bermain terlalu ekstrem, and definitely I am talking about my batik design. Flashback, ketika sketching pun saya berpikir gimana caranya supaya batik ini nggak keliatan tua, bisa dipake kapanpun, nggak usah tiap hari Jumat, apalagi mau lebaran, bahkan menurut observasi singkat saya, mall mall di Jakarta pun sudah membukakan hati untuk si batik. Tapi anda dan saya tentunya, emoh keliatan tua gara-gara berbatik. Ya ini lah jadinya, batik gaul, atau saya menyebutnya the revolution of batik. Edgy, different and still wearable. Enjoy!!

Read Full Post »