Feeds:
Posts
Comments

Archive for August, 2011

:: Eid Mubarak ::

Setelah timeline twitter saya dipenuhi berbagai kebingungan dan perdebatan, akhirnya ada beberapa teman saya yang merayakan lebaran kemarin dan sebagian hari ini. Emang bikin bingung, karena sampe sore aja belom ada pengumuman official kapan itu lebarannya. Kalau emang berdasarkan pergerakan bulan bukankah bisa diprediksi dan lain sebagainya? Atau yaaaa sehari atau dua hari sebelumnya? Masa sampe jadi bahan becandaan, cuman disini aja Lebarannya mundur sehari, puasanya nambah sehari. Sementara negara tetangga udah lebaran duluan kemaren.

Sampai ada yang menulis, opor dikulkasin lagi, ketupat disimpen lagi, nastar diselotip lagi. Puasa tambah sehari lagi. Akhirnya diambil jalan tengah, mau kemaren atau hari ini lebarannya tetep lebaran deh, maaf2nya bisa kemarin bisa hari ini. Ngga perlu diperdebatkan yang penting niatnya.

Akhir kata, selamat Hari Raya buat yang merayakannya; buat yang engga merayakan selamat berlibur panjang. Happy Hari Raya Idul Fitri 1432H Minal aidin wal’ faidzin. mohon maaf lahir dan batin, salah2 tulis, salah2 maksud, salah2 tafsir, semoga dimaafkan di hari yang fitrah ini.

Advertisements

Read Full Post »

Nggak semua orang doyan buah yang satu ini, berdasarkan yang saya tau, either sukaaaa banget, atau nggak sukaaa banget. Sementara saya termasuk yang ok deh, kalo ada saya makan, nggak ada juga nggak ngidam.

Kalau suatu hari anda ke Bangkok (atau sekarang lagi ada di Bangkok) sempatkanlah mampir ke outlet Coffee Bean by Dao, sebuah cafe local yang cabangnya bertebaran di penghujung kota ini. Ketika saya mampir kesana yang menyambut adalah seorang ibu (atau tante Dao ya) yang kayanya memang yang punya, dengan ramah dia menjelaskan satu per satu cake kebanggaannya. Apalagi ketika dia tau saya dari Jakarta, makin meyakinkan deh ceritanya dari satu cake ke cake yang lain. Muka saya nggak bisa bohong, paling lemes kalo soal dessert kaya gini. Saya harus ngaku juga semuanya looks good, very tempting.

Usut punya usut kata si tante ini, durian cake itu menjadi icon di cafe ini, dan udah termashyur kemana-mana, tapi ya tergantung musim durennya, kalo lagi ok dia bikin, kalo nggak ok ya dia nggak bikin. Pilihan saya jatuh pada si duren cake itu sama coconut pandan roll yang tampaknya menggiurkan, ijo ijo dengan real coconut sebagai lapisannya dan disajikan dingin.

Ketika terhidang, durennya nggak terlalu menyengat, tapi rasanya cukup membuktikan cerita si tante itu dan otomatis menjadi alesan saya buat balik lagi kesana. Tiada duanya pokoknya. Makanan enak sih banyak, tapi yang bikin kangen bisa diitung pake jari kan, salah satu jari saya buat si kue duren ini. Lapisan luarnya adalah durian asli, lapisan dalamnya adalah durian asli di antara bolu bolu itu. Manisnya natural, dan nggak membosankan. Si coconut pandan roll terhidang di 3 potong kecil, luarnya beraroma pandan asli dan dalemnya pun potongan kelapa yang lembut dan dingin. Kudu harus dan mesti balik kalo gini caranya.

Sayangnya ketika keesokan harinya mau bungkus buat bawa balik Jakarta, ternyata mereka nggak bikin kue duren hari itu. Kecewa emang selalu dateng belakangan. Coba kalo nurutin omongan si tante Dao, udah saya bungkus seloyang full.

(Ternyata CoffeeBean by Dao ini punya cabang di Singapore dengan nama Coffee Stars by Dao, kudu di investigasi yang ini. Kata beberapa blog yang udah saya baca, durian cake bisa ditemukan disini beserta makanan2 ala Thai yang lain).

This slideshow requires JavaScript.

Read Full Post »

That time it was inspired by Britney, Gaga and you name it. Menswear was drawn into the spotlight, served as a main dish rather than appetizer. Few rules breaker: chiffon that normally used for women only has been utilized to enhance the menswear range, beads that normally applied in gown were used in the whole menswear collection to create that dramatic effect, oh yes the lace too!! Have a look at the vest, the scarf and the shirt, all laced up!!

This slideshow requires JavaScript.

Read Full Post »

Having gone through my documents in my laptop, I have found some interesting designs that we used to display few years ago (in fact, when we had just started!!). This was like our first mini-collection that inspired by the line. In depth, there was no straight line or cut allowed in the entire project. We believed that the curve could even make yourself look better rather than the line. So please welcome one and only SIMIFLO; See-me-flow, it naturally flows and not restricted by the lines. Earthy tone, dash of silver and maroon have been chosen to complete the entire collection. Enjoy!

This slideshow requires JavaScript.

Read Full Post »

Menawarkan concept simple food and extending your happy time with something sweet, On The Table by Tokyo Cafe sepertinya layak dicoba juga (dan direkomendasikan). Awalnya pengen coba dessertnya doang yang begitu menggoda, tapi setelah flipping the menu book (I know I should not do it, apalagi abis dinner), tempat ini is worth going back for next time.

Conceptnya very simple, seperti cafe2 di Tokyo pada umumnya, bahkan menu book dan interiornya dibuat layaknya seperti di Tokyo with that little dash of Japanese feeling. Kapasitas perut emang udah penuh, tapi there’s always a space for dessert kan, jadi jatuhlah pilihan saya pada apple crumble ini, served with vanilla ice cream (I want more of this!!), ternyata label ‘recommended’ di menu itu nggak bohong; temennya si chocolate cake yang meleleh-leleh juga enak (meskipun agak lama nunggunya karena harus di bake dulu). Masih di Centralworld juga kok, nggak ribet nyarinya, karena lumayan stands out tempatnya. Enjoy.

This slideshow requires JavaScript.

Read Full Post »

Masih berkelana di Bangkok, memang sih bukan tempat asalnya scones, tapi kenapa engga dicoba juga scones ala Bangkok. Kebetulan waktu itu pas banget untuk afternoon tea, dan yang nongol di hadapan saya nggak jauh dari pintu masuk Centralworld adalah si scones ini.

Didominasi warna biru muda dan bunga di kanan kiri, tempat ini menawarkan scones set yang terdiri dari 2 scones sesuai pilihan anda, fresh cream and organic jam, semuanya dibandrol dengan harga THB125 atau sekitar IDR37500. Kalau anda nggak mau set, scones nya sendiri dijual seharga THB45 atau sekitar IDR13500.

Ada beberapa pilihan scones yang menggoda, diantaranya plain, petal rose, lavender, blueberry, lemon and zest, lemon doang sama butterfly peas. Nggak usah kuatir karena ukurannya termasuk imut-imut, yang saya paling inget (dan saya bawa balik ke Jakarta) adalah si petal rose, plain sama blueberry. Yang saya makan disana si rose sama plain aja, teksturnya masih kurang padet sih, tapi rasanya oke banget, nggak bikin eneg. Berikut cuplikannya.

This slideshow requires JavaScript.

Read Full Post »

Sebuah restoran authentic Thai yang sebenernya saya nggak yakin juga namanya apa, ditulis di bill nya KALAPAPRUEK, tapi kalo di google ditulisnya KALPAPRUEK, mungkin artinya pohon kelapa, atau something like that. Berawal dari ngelewatin doang, terus iseng-iseng flipping menu yang sengaja ditaro di depan, kayanya menggoda juga. Deretan berbagai macam makanan khas Thai berjejer, termasuk special of the day yang dimasak di hari yang berbeda. Perfecto!

Interiornya menyenangkan, nggak terlalu berwarna, plain black and white dan diperkaya dengan motif-motif bunga dan garis. Langit-langit yang tinggi serta sebuah kaca besar sengaja digantung persis di hadapan pintu masuk. Kalau suatu hari anda nyasar di CENTRALWORLD Bangkok dan lagi ngidam makanan local tanpa harus ngemper atau keujanan di bawah tenda biru, nah ini kudu dicoba. Apalagi dengan banyaknya Thais yang makan disitu, jadi harusnya soal rasa jaminan mutu.

Generally semuanya kaya bumbu dan kaya rasa. Hampir semua yang saya pesan dateng sama celupannya yang isinya dipastikan bawah merah, bawang putih, ebi, ketimun, cabe rawit merah, oren, hijau. Komplit deh. Asem, manis, pedes, asin, cocok kalau anda pecinta pedes. Cita rasanya juga nggak jauh-jauh dari masakan indo. Pictures speak more than words, jadi kalau saya bahas per item bakal nggak abis-abis, maka dari itu silahkan diamati dari foto2 berikut ini. Giliran saya udah 2x (Lunch and Dinner), nah sekarang giliran anda! Jangan takut, harganya sangat bersahabat, sebagai bayangan, appetizer + 2 main dishes + nasi + minum nggak lebih dari 100 ribu rupiah aja kok. Ahhh ngomongin begini aja jadi pengen makan disana lagiiii..

This slideshow requires JavaScript.

Read Full Post »

Older Posts »