Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘About me’ Category

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

4,329 films were submitted to the 2012 Cannes Film Festival. This blog had 14,000 views in 2012. If each view were a film, this blog would power 3 Film Festivals

Click here to see the complete report.

Advertisements

Read Full Post »

Bukan curi curi pandang yang pasti, tapi menjadi juri untuk pemilihan Miss Gorgeous Legs Indonesia yang diadakan di Atrium Grand Indonesia hari Sabtu kemarin, pertama kalinya duduk di meja juri!

Saya sempet takjub plus kaget plus excited plus penasaran plus deg-degan juga sih ketika diminta untuk menjadi guest speaker sekaligus menjadi juri untuk miss-miss-an tersebut. Tapi saya pikir ya why not, kapan lagi ya dicoba, kesempatan nggak akan dateng lagi kan. Akhirnya I said YES. 2x meeting dan sekali briefing dengan suksesnya menghantarkan saya duduk di meja juri siang hari itu. Agak WOW juga pas pertamanya dibilang bakal jadi speaker untuk product Crocs yang baru bersama Senior Brand Manager Crocs Indonesia dan Arzetti Biblina seorang model kondang yang anda pasti juga udah tau.

Crocs Tone begitu nama productnya, merupakan toning shoes pertama keluaran Crocs. Konsepnya adalah sepatu/alas kaki yang bisa menstimulasi otot kaki sehingga pada akhirnya kaki indah menjadi milik anda. Nggak terlalu muluk-muluk, dan juga bukan janji doang, tapi bisa dilihat dari model dari product itu sendiri. Jadi istilahnya sepatu ini tetap men-toning kaki anda ketika anda melakukan aktivitas sehari-hari. Bukan berarti nggak olahraga ya, ini versi extendednya, misalnya ketika anda berjalan kaki dari gym ke parkiran, daripada pake sepatu biasa yang notabene fungsinya adalah alas kaki, kalo pake CrocsTone otot kaki anda tetep distimulasi, dipekerjakan, jadi (Semoga) bisa cepat terbentuk indah. Gitu aja.

Acara dimulai dengan sesi tanya jawab seputar product baru ini dengan rekan-rekan media terus kemudian langsung lah saya dihantar ke meja juri bersama seorang perwakilan Metrox (Groupnya Crocs) dan seorang public figure. Nah setelah itu baru deh 8 finalists Miss Gorgeous Legs Indonesia diperkenalkan dengan attributes dari Metrox tentunya. Baru pertama kali jadi juri, antara mata dan kata hati biasa suka nggak nyambung. Yang indah dipandang ternyata gugup banget pas menjawab pertanyaan. Yang kakinya lumayan ok ternyata pas posing itu fake banget. Yang senyumnya cantik itu badannya size 0. Emang sih ini bukan Puteri Indonesia atau Miss Indonesia, tapi ya paling enggak benchmark harus tetep ada kan.

RAN dihadirkan untuk menghibur keramean sore itu, jadi semakin rame tentunya dengan kehadiran fans mereka. Cuman sayangnya meskipun lagunya lumayan ngebeat and they performed really really well (LIVE!) crowdnya adem-adem aja, paling mentok goyang kepala doang. Coba saya bukan juri mungkin saya udah naek meja.

All in all, it was a very memorable experience. Ditunjuk jadi juri dan guest speaker, semoga ini bukan yang terakhir. Kalo taon depan ada pemilihan Mr. Gorgeous Legs mungkin saya berpikir ulang buat jadi juri, mending jadi kontestan kali ya. Acara puncak terpilihlah si Miss buat taon ini, dan saya pun tentunya diberikan sepasang Crocs buat dipakai dan dibawa pulang plus paycheck. Mau lagi deh.

Read Full Post »

Sejak masa sekolah SMP gitu badan saya memang sepertinya lebih berat dibanding teman-teman seumuran. Saya nggak tau apakah ini pengaruh genetik atau apa, karena memang keluarga dari papa yang mengangkut gen tersebut (sementara keluarga dari mama langsing dan tinggi semua). Bahkan keluarga besar papa dengan bangga bilang kalo nggak gendut berarti bukan keluarga. Cehhhh peduli amat pikir saya.

Pas masa sekolah itu pelajaran yang saya paling benci adalah OLAHRAGA. Kenapa? karena pelajaran itu doang yang membuat saya menjadi paling terakhir, paling nggak perform, paling nggak oke. Disuruh lari keliling lapangan udah ngos-ngosan nafas kaya udah mau putus. Pernah suatu ketika disuruh lari keliling kompleks sekolahan (bukan lapangan lagi) dengan 5-7 menit, yang lewat dari 7 menit kudu squad jump (SADIS!). Saya menyelesaikan itu dengan waktu 12 menit hampir 14 menit, plus tambahan siksaan pas udahannya. Bisa dipastikan saya orang terakhir yang lari (atau udah jalan sempoyongan) sementara teman-teman yang lain lagi pada duduk-duduk atau lagi leha-leha. Besoknya saya sakit dengan suksesnya. Kejadian ini berulang tiap pelajaran olahraga. Sebel. Berkali-kali mempertanyakan emang penting ya pelajaran ini?

Sejak itu saya musuh bebuyutan dengan pelajaran olahraga! Mau di raport merah kek whatever, saya nggak peduli. Jam-jam nggak ada guru dimana teman-teman saya yang lain panas2an main bola, saya mending di kelas ber AC atau ke perpustakaan baca buku atau buat PR yang buat besok. Buat saya sport is NO FUN! Berkali-kali saya meyakinkan diri sendiri bahwa sekolah itu buat jadi pinter, bukan jadi atlet kenamaan.

Julukan si gendut otomatis saya sandang, harus bersyukur juga nggak dibilang buntelan, untungnya saya lumayan tinggi. Bongsor deh jadinya, tinggi gendut pula. Kalau saya nggak salah inget, berart saya pas SMP itu udah mencapai 60an mau ke 70kg. Jadi dipastikan bulet sebulet-buletnya. Dibilang kaya bom mau pecah (apa meledak ya).

Puncaknya ketika saya melanjutkan sekolah ke Perth-Australia. Timbangan is my enemy! Nggak pernah berani nimbang, yang saya tau tiap kali beli baju kudu ukuran XL atau XXL, celana kudu 38! Apalagi ketika disana saya homestay dengan keluarga Italiano, yang tiap hari udah pasti dimasakkin. Lengkaplah sudah pasta, daging, pizza, ini dan itu, termasuk dessert dan teman-temannya sukses menemani saya setiap hari sepanjang minggu sepanjang bulan. Sebagai contoh ya menu breakfast: Roti tawar unlimited, sunny sides up 2, sausage 2, kadang fish fingers 4, plus redbean. Lunch: gigantic sandwich isi macem2. Dinner: Salad, pasta, daging/ayam/ikan, potato, plus dessert. Untungnya disini saya dibiasakan jalan kaki, kemana-mana kudu jalan, ke bus stop, ke train station sampai lari (akhirnya bisa lari juga!) mengejar bus.

Suatu ketika entah karena angin apa meniup, saya memberanikan diri untuk nimbang, setelah sekian lama nggak nimbang! DOEEENGGGG.. SHOCKING!! SEMBILAN PULUH ENAM KILOGRAM!! Kurang 4 kg itu berat saya pas jadi 100kg!! GILAAA. Saya stress berat! Ngikutin mulut apa ngikutin berat – itu pertanyaannya. Yang ada di otak: jangan2 ini gue kena penyakit ini ya, jangan2 jantung gue kenapa2 ya, masa iya gue mau 96kg sepanjang hidup gue?? NO WAY!! Akhirnya bertekad kudu, harus, bisa dan musti do something about it!

Mama adalah orang yang paling kuatir saat itu, meskipun dia jaim di depan saya, tapi serem juga kali ya anaknya seberat karung beras! Dia sih dari masa muda emang demen olahraga, mau aerobics kek, mau pilates kek, mau body language kek, pokoknya kudu berkeringat. Akhirnya ketika saya libur panjang di Indonesia, langsung saya disuruh latihan dengan seorang personal trainer yang lumayan memotivasi.

Hari pertama karena nggak bisa lari jadi disuruh sepedaan dulu. Baru angkat-angkat dikit udah ngos2an kaya orang mau pingsan. Hari kedua badan sakit-sakit semua. Hari ketiga kaya mau berenti, tapi nggak enak ati, malu sama diri sendiri. Hari ke empat mulai merubah pola makan dan diet mati-matian. Hari ke lima berat mulai turun. Hari ke enam mulai nantangin timbangan. Hari ke tujuh mulai berasa fungsinya olahraga dan yang pasti saya nggak sakit2 lagi kaya dulu.

Saya jadi semakin rajin membaca artikel2 soal gaya hidup sehat, selain olahraga yang harus diatur adalah pola makan. Ternyata ini yang salah dari dulu. Namanya juga nekad, kudu harus bisa dan mesti kesampean. Saya pengen nggak seberat karung beras, badan jadi lebih sehat, dan tentunya jadi lebih percaya diri kan. Awalnya agak ekstrim. Breakfast minum jus buah dan dua helai roti tawar tok. Snack pagi makan buah lagi. Lunch makan sayur dan daging, strictly no carbs. Sore dan malem makan buah dan jus buah lagi. Teman diet saya ya buah-buahan itu. Hasilnya saya berhasil turun ke angka 80 an dalam waktu 4 bulan dan baru sadar 16kg itu berat juga ya. Perjuangan masih panjang. Saya masih inget banget, baju pertama kali yang saya beli ukuran S itu di NEXT, kaos warna item, rasanya bangga benerrrr. Dulu boro-boro S, kudu XXL.

Lambat laun dengan porsi olahraga dan makan yang saya atur sendiri, saya berhasil turun sampai 78kg sebelum akhirnya melanjutkan kuliah di Kuala Lumpur-Malaysia. Harus beruntung kalau ternyata di tahun 2002 itu kampus saya deket dengan sebuah cabang FF di bilangan Subang Jaya. Berkat bujukan seorang teman, student membership yang cuman RM88 saat itu, plus emang niatnya masih berkobar, jadilah saya join FF bersama Kasman (dia join duluan) and Billy (temen diet sehidup sampe sekarang).

Hari-hari saya habiskan waktu di gym sama temen-temen. Modal banget ya ke gym, kudu beli gym bag, beli sepatu olahraga, beli baju nya, celananya juga, plus jarak yang nanggung antara tempat kost dan gym jadi kudu niat naek taksi bolak balik. Jadwal GX yang masih berupa halaman fotocopy menghiasi kamar kost saya. Kelas-kelas favourite distabillo-in tiap hari. Sempet ngatur jadwal juga sama Kasman (anak Business Administration) sama Billy (anak Finance). Kapan dan kelas apa yang kudu join biar kita bisa join barengan. Tiap kali jadwal baru keluar kita langsung meeting, mau ikut yang mana aja etc. Minggu kalo nganggur pun maennya ya ke gym.

Awal mula join FF masih bingung banget, taunya ini GX rame, full, menyenangkan dan pastinya saya bisa olahraga. Pertama kali ikut kelas BODYCOMBAT saya inget banget, kelasnya SWEE, kayanya pas launching BC18, ada mangas verdes, abis track itu saya langsung keluar kelas, pandangan burem-burem, minum air sebanyak2nya. Untung nggak pingsan, tapi nggak kapok juga. Saya, Billy dan Kasman selalu di barisan paling belakang. Namanya juga anak baru, masih nggak tau mau ikut apa, jadi singkatnya semua kelas dicobain, mulai dari BODYBALANCE, BODYPUMP, RPM, BODYSTEP, CARDIO DANCE (YES, I dance too!!), BODYJAM, sampe ADVANCED STEP yang sukses menghantarkan saya ke pintu keluar karena berasa paling error. Akhirnya udah tau kesukaan masing-masing dan addicted, kalo sehari nggak ke gym rasanya ada yang kurang dan tempatnya udah nggak di barisan paling belakang, tapi mulai merajalela ke bagian depan.

Semakin rajin olahraga, konsekuensinya saya harus menyelesaikan tugas-tugas kuliah duluan, belajar duluan sebelum ujian, pokoknya semua serba duluan. Assignments kudu beres duluan sebelum due-date. WHY? Jadi biar tetep bisa ngegym dan nggak menganggu kehadiran saya di kelas-kelas itu. Saya seneng banget suatu ketika pas balik indo dibilang kurusan, padahal berat saya tetep tapi keliatan lebih singset dan sehat. OK, so I am in the right way. Celana saya 34 saat itu, jadi baju2 yang udah super kegedean dan celana2 yang bisa dijadiin sarung bisa disumbangkan ke orang lain.

Selesai kuliah di Malaysia saya memutuskan untuk mengambil S2 di LONDON-UK (February 2004). Seperti  biasa, search FF dulu disana. Untungnya banyak banget, ya emang kudu niat sih meskipun tempatnya nggak ada yang deket apartment saya di South Kensington dan nggak semua FF disana ada GX Studio nya. Jadi saya harus rela searching kesananya, naik bus nomer berapa atau naek tube sampe station mana. Semua demi OLAHRAGA! Tapi kiblat saya tetep di BODYCOMBAT. Urusan makanan di London jauh lebih sehat. Semua makanan dalam kemasannya ditulis berapa calories nya, berapa sugars nya berapa proteinnya, komplit deh pokoknya. LOW FAT, FAT FREE, NO MSG, LOW SUGAR, NO ADDED SUGAR, HEALTHIER CHOICE, LESS SALT, BAKED NOT FRIED, adalah beberapa label di antaranya. Senenggg bangetttt urusan makan dan berat saya udah jauh lebih stable dibanding sebelumnya.

Sepulangnya dari London, saya menetap beberapa bulan di Singapore karena adik saya yang kecil bersekolah disana. Jadilah saya member FF Singapore dan paling sering ikut kelasnya Julian. Jadi semakin rajin ikut kelas dan dipastikan semua FF nya ada GX studionya. Akhirnya berkat ajakan seorang temen disana (Thanks to Emma) saya diajak ikut BC instructor training yang waktu itu kebetulan diadain di FF Jakarta. Saya inget banget, trainernya ketika itu Ben Tang, trainingnya di FF Plasa Semanggi, tepatnya BC release 29 (sekitar September 2006).

Training selesai. Hasilnya Pass as a Trainee. Balik lagi ke Singapore. Jaman dulu nggak ada mentorship kaya sekarang, akhirnya shadow/teamteach sama si Julian (karena paling sering join kelas dia). Singkat cerita, saya balik ke Jakarta end of 2006, terus langsung diajak Billy ngajar di FF Indo yang waktu itu baru buka belum lama (Billy udah eksis duluan malah pas pertama kali Semanggi buka). Jadilah cover boy sampai akhir tahun 2006, dan kelas pertama saya inget banget tuh February 2007. Sebelumnya tetep teamteach bareng Janis, Jeff, Shinta, Fetty. Pertama jadi team launch pas BC31, certified pas BC33 (Sekarang udah mau BC49!!!). Time flies.

Sekarang berat saya antara 71kg – 73kg. BMI termasuk ideal (lupa scorenya berapa) dan saya paling demen nantangin timbangan, pengennya berat saya itu 70kg. Tapi ya udah yang penting kan sehat. Jadi saya bermetamorfosis dari 96kg sampai jadi kaya yang sekarang. Berasa lebih sehat, lebih ok, lebih percaya diri, lebih berani nimbang. Jadi intinya kudu olahraga teratur, tidur cukup, makan yang ok. Kalau saya bisa, anda juga pasti bisa!!

Read Full Post »

Taukah anda adanya relative ‘positioning’ yang bisa dijelaskan kurang lebih seperti sebuah atribut di dunia marketing yang sangat penting untuk kelanjutan hidup sebuah product or service? In short, positioning can be defined as the way a product is perceived by the target group on important attributes, the ‘place in mind’ a product occupies relative to its competitors (Pelsmacker, et al., 2004).

Kira-kira begini, bagaimana anda memposisikan diri anda (sebagai product) yang kemudian akan dinilai oleh sebuah target group yang mungkin adalah orang-orang di sekitar anda (atau boss anda) dengan beberapa atribut penting, yang kemudian menjadi ‘nilai lebih’ dibandingkan dengan competitor anda. Lalu gimana dong diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?

Contohnya di lingkungan sekitar anda yang saya yakin anda menghabiskan waktu lebih banyak di kantor daripada di rumah anda sendiri. Interaksi dengan orang-orang sekitar anda lambat laun otomatis akan menciptakan kepribadian anda yang ‘baru’ yang mungkin cuma bisa dijumpai di lingkungan kerja anda. Jadi anda merupakan identitas yang berbeda ketika anda di kantor dan beda lagi ketika udah jam pulang kantor (walaupun mungkin nggak terlalu ekstrem).

Pertanyaannya adalah bagaimana anda membawa image anda sendiri untuk kemudian ditunjukkan ke lingkungan anda. Misalnya anda ingin dikenal sebagai orang yang gampang bergaul, sociable, mudah dipercaya dan mempunyai loyalitas tinggi terhadap pekerjaan anda. Attributes ini kemudian otomatis akan terprogram ketika anda berada di tempat kerja dan tanpa anda sadari lambat laun anda akan menunjukkan attributes tersebut.

Gampangnya anda pengen orang lain menganggap anda seperti apa sih? Apakah seorang boss yang tegas, nggak banyak omong, ngomong seperlunya doang, auranya berlebihan sampe bikin orang gemeteran ketika anda sapa; atau seorang yang bisa diajak kerja sama, gampang kenal orang, kerjaan dibawa seneng aja meskipun sebenarnya anda nggak puas? Attributes unik tersebut akan terasosiasi dengan kepribadian anda dan memudahkan orang untuk mengenali anda, misalnya si A yang emang mudah kenal orang, si B yang selalu jaim atau si C yang emang tukang ngaret.

Saya sendiri setuju bahwa nggak cuman products atau services yang harus dipositioning tetapi juga orang, human resources dan human skills. Di dunia kerja misalnya, bagaimana anda menjadi pribadi yang berkarakter, yang emang ‘elu banget’ yang nggak bisa di copy bagaimanapun caranya oleh orang lain.

Jadi kalau sampai saat ini anda merasa anda termasuk dalam kategori yang posisi nya bisa dicopy oleh siapapun, coba deh pikir sesuatu yang memang ‘ANDA BANGET’ yang nggak bisa dicopy dan anda pengen orang lain tau bahwa itu anda, anda itu seperti itu! Selamat mencari posisi ya!!

Read Full Post »

:: SHBAMMM ::

How often do you feel that your body reacts every time you listen to the music? You just can’t handle that beat!!

How often do you like to sing along every time you listen your music plays in the radio? You sing like a rock star!!

Have you ever felt that ‘the problem with exercise because it is EXERCISE?’ Just like everybody else!!

You thought that gyms are not for you!! instead …

YOU WANT TO HAVE FUN!! GO OUT WITH YOUR FRIENDS!! DANCE IT OUT!! Completely FREE!!

Dance like nobody is watching you. Then something HUGEEEEE is coming to town!!

S

H

B

A

M

(pronounced as shehhh-baaaaaammmm) <- open up your mouth!!

Read Full Post »

Ini bukan pertama kalinya saya berusaha untuk meyakinkan orang bahwa saya itu multi-profesi. Bukan aji mumpung, tapi lebih ke self-actualisation, dimana saya dituntut untuk loving what I do and most importantly doing what I love. Kadang saya sampai bingung sendiri kalau ditanya kerjanya apa. Saya suka traveling, writing my blog, being a silent observer, knowing more people, at the same time, saya menunjuk diri saya sebagai co-designer di line yang membawa nama saya sendiri dan adik saya yang paling kecil. Belum cukup juga, saya suka mengajar. Ngajar yang pake otak plus ngajar yang pake kordinasi. Maksudnya kordinasi kaki dan tangan, kapan harus ngomong, kapan harus tarik nafas, kapan kudu membawa aura layaknya seorang fighter sejati atau seorang rockstar yang lagi concert. Nggak banyak yang tau juga kalau ternyata dulu saya adalah seorang lecturer, seorang dosen di sebuah institusi perguruan tinggi swasta. Ahem.

Q: Situ anak baru kan di dunia fashion? Terus visi dan misi nya apa buat ke depannya?

A: Sebenernya juga gak baru-baru amat ya, udah jalan sekitar 2 taonan, menuju tahun ke 3. Begini ya, kalau di Indonesia saya merasa men’s wear itu masih dipandang sebelah mata, istilahnya cuman appetizer aja, bukan sebagai main course. Buktinya nggak ada kan disini majalah setebel yellowpages yang cuman membahas men’s wear sementara women’s wear merajalela dimana-mana. Itu gap yang lagi kita usahakan buat ditutup.

Q: Appetizer, dessert, jadi laperrrr.. jadi itu doang buktinya? Bukti lainnya ada??

A: Ada bangetttt.. coba anda jalan2 ke mall gitu atau department store. Baju cowo ya paling gitu2 aja. Terlalu pakem sesuai aturan. Sementara baju cewe yang kayanya udah dieksploitasi abis-abisan. Emang cewe doang yang bisa gaya, cowo juga harus keren kan.

Q: Maksod loooo… terus kenapa harus ada 2 orang? Emang situ ngga bisa design sendirian ya?

A: Enak ajaaa.. Ya kan two is always better than one, buktinya sumpit aja sepasang kan baru bisa dipake, kalo satu doang cuman kaya tusuk gigi dong. Bagaimanapun the power of two can do more than world can revolve.

Q: Situ kan nggak lulusan fashion, terus kenapa pede jaya ikutan ke kiblat sandang?

A: Sotoyyyy deh, tau darimana? Haha emang bukan, tapi passion saya disitu. Nggak cuman asal bikin sesuai kiblatnya tapi menyajikan sesuatu yang baru gitu lho. Yang belum pernah digarap orang atau disentuh sama sekali, masih perawan daerahnya.

Q: Emang hari gini masih ada yang perawan. Anyway, bagaimana dengan inspirasi design anda? Khususnya men’s wear?

A: Inspired by the world. Kadang pas lagi traveling tiba-tiba aja kebayang eh lucu juga ya kalo bikin kemeja kaya gini atau kayanya keren juga kalo celananya seperti ini. Jadi inspirasinya darimana-mana yang penting harus wearable.

Q: Kalo nyentrik gimana bisa wearable? Mungkin engga mungkin engga mungkin?

A: Ribet benerrr tanyanya, saya nggak nyentrik kok. Gini deh, artian nyentrik itu beda-beda ya buat setiap orang. Yang penting sih orang itu nyaman pas pake sebuah baju gitu. Sekeren apapun kalo nggak nyaman tetep keliatan nggak asik. Jadi bukan asal nyentrik tapi disesuaikan sama personality kan. Baju yang pake kamu? Apa kamu yang pake baju? Hayooo.

Q: Saya dong yang pake baju, eh baju yang pake saya kali ya. Tau deh pusing. Next, beberapa design kayanya agak rebellious buat ukuran men’s wear ya. Gimana tuh?

A: Rebellious nggak salah kan? Maksudnya gini, kain yang biasanya cuman dipake di women’s wear ternyata sah-sah aja dipake buat di men’s wear. Nggak ada yang tau juga kalau form nya udah kemeja atau celana panjang. Nggak salah kok kemeja cowo ada beadsnya atau pake lace yang penting kan nggak cewe banget.

Q: Lalu apa kabarnya batik? Gimana tuh nasib batik-batik anda?

A: Batiknya baik-baik aja kok. Malah semakin kesini batik-batik itu berevolusi, sesuai dengan selera masyarakat. Tau nggak, it always fun to work with batik. Nggak ada aturan khusus, mau diapain pun jadinya bagus.

Q: Ahhh pasti mahal dehhh rancangan situ..

A: Bisa dicek di toko sebelah haha. Enak aja. Ada harga ada barang dong. Coba aja liat baju ready-to-wear di sebuah gerai ternama, kemeja batik doang 1 juta. Kalo situ bikin sama saya harga segitu udah custom-design loh sesuai yang situ mau, ukurannya pas lagi.

Q: Malah promosi diaaa

A: Namanya juga anak marketing, eh tapi bener kannnn, gila aja kalo kemeja gitu doang 1 juta, mending buat di gue deh.

Q: Nggak ada yang lebih murah yaaa?

A: Ada dong, tapi lengennya sebelah doang, mau??

Q: Btw btw btw kan kain Indonesia nggak cuman batik, apa kabar yang lainnya?

A: Emanggg siapa bilang batik doang? Kita juga sering kok combine batik sama kain laen, misalnya tenun Palembang, atau kain dari luar pulau, tenun-tenun gitu.

Q: Udah mau abis nih waktunya, jadi apa dong rencana buat taon ini dan taon depan? Nggak eksis di JFW ya?

A: Hahaha pengennya eksis, situ dong sponsor. Mahal bener deh ikut JFW, kudu nabung dulu atau kejar order dulu haha. Nggak muluk-muluk deh, rencana jangka pendek brand recognition dulu aja, masih banyak yang nggak tau brand saya kan, maklum kepentok budget jadi promosi lewat twitter sama blog aja haha. Jangka panjang yaaaa pengennya bikin show sendiri, dikenal orang, dibanjiri order, jadi kapan situ pesen kemeja sama saya?

Q: Suwerrrr ini terakhir, gimana contact nya??

A: bisa email saya di linaandlim@yahoo.com atau silahkan ke website kita http://linaandlim.weebly.com atau cari di Facebook atau follow di twitter @lim_linaandlim atau cegat saya langsung kalo pas ketemu di mall ya. Hafal kan muka saya?? Tapi kalo di mall saya nggak pernah bawa meteran lhooo..

Read Full Post »

It takes a few hours before we officially launch our website. Wooohoooo.. and it’s officially published!! CHECK THIS OUT

http://linaandlim.weebly.com/

Do let us know what you think..

Read Full Post »

Older Posts »