Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘chocolate cake’

Bukan Paris Hilton tentunya, tapi sama-sama manis buat yang ini. Pas membacanya di website, saya kira ini berupa toko gede seukuran saingannya, ternyata pas nemu tempatnya kaya berupa outlet aja, bukan flagship store. Di dalem Menteng Huis, yang dihiasi dengan kata PARISH dimana-mana (flagship storenya ada di bilangan Melawai).

Menenteng konsep pertama kalinya dimana kita bisa menghias kue sendiri, decorate your own cake begitu istilahnya, si Parish ini menawarkan berbagai macam base-cake. Mulai dari diablo chocolate yang kata si mbak adalah best sellernya, sampai cheesecake, opera, skippy dan lain sebagainya. Kalau anda bingung, anda bisa beli sampler (1box kecil isi 4) dan anda bisa pilih sendiri kue yang anda mau. Parish nggak cuman jual kue coklat, tapi termasuk juga pudding coklat, chocolate melt, cookies, cupcakes, pralines, truffles dan gank gank chocolate lainnya.

Akhirnya saya membelikan birthday cake untuk seorang teman saya, Diablo Chocolate namanya (karena belom pernah beli sebelumnya jadi ikut aja anjuran si mbak buat best seller item). Terus si mbak tanya, mau hias sendiri, ditulis sendiri, atau saya tulisin? Pas saya liat, ternyata emang udah disediain icing sugar dan beberapa peralatan menghias lainnya, termasuk free topping, jadi anda bebas berkreasi, mau ditulis, digambar, diancurin, warna warni. Awalnya saya pengen turun tangan sendiri, tapi daripada salah tulis kan ngga bisa diapus, jadi akhirnya saya minta tolong si mbak yang udah mahir tulis menulis pake icing sugar. Next time saya bakal tulis2 sendiri itu kuenya, digambar bibir kalo perlu.

Tergoda buat beli buat saya sendiri (excuse aja sih sebenernya, sekalian ada yang bisa buat bahan tulisan di blog hehehe); diputuskan beli sampler yang saya pilih sendiri isinya. Dari sekian varian yang ada saya menjatuhkan peruntungan nya pada blueberry cheesecake, strawberry cheesecake, opera cake dan skippy chocolate.

Pertama, blueberry cheesecake nya rasanya boleh dibilang biasa aja, tinggi cake nya agak lebih pendek dibanding temen2nya. Kedua, strawberry cheesecake ternyata lebih enak dibanding si blueberry, nggak terlalu manis, dan rasa cheese nya pas. Ketiga, skippy chocolate yang buat saya kaya bolu coklat biasa, mungkin harusnya pake nutela ya instead of skippy. Saya nggak vote buat yang ini. Menurut saya yang juara yang terakhir si opera. Coklatnya pas, berasa dark chocolate, dan penampilannya emang paling mentereng dibanding temen-temen se-ganknya. Maksud hati pengen cobain Diablo juga tapi ukuran samplernya udah abis.

Kalau anda kesini, diatas jam 8pm itu semuanya discount 20% dan hati-hati pas beli ya, everything looks so good, jadi alamat kalap. Diet? what diet?

Read Full Post »

 

 

 

 

 

 

Post saya yang terdahulu tentang awfully chocolate di Jakarta bisa dilihat disini. Yang membuat saya nggak puas, karena di gerai yang di Jakarta, tulisannya “coming soon” semua, tapi nggak pernah dateng setelah beberapa tahun buka disana juga. Bahkan si chocolate ice-cream yang saya tunggu-tunggu pun nggak kunjung hadir. Jadi agak lumayan bosen dengan menu yang itu-itu aja.

Ketika saya di Singapura kemaren ini, berhasil menemukan awfully chocolate di ION Orchard dengan pilihan cake yang lebih bervariasi. Letaknya di Food Republic tapi udah di ujung deket escalator. Concept minimalist tetap diusung, tapi siapa yang nggak tergoda liat dark chocolate and white chocolate cupcakes lagi dadah-dadah di displaynya dan dengan seksinya menggoda anda? (dan saya tentunya).

Belum lagi si ice-cream yang ternyata cuman 2 rasa, either chocolate, atau 1 lagi apa ya, kalau nggak salah white chocolate something ice-cream, relakan coins anda seharga SGD3.80 dan anda udah dapat menikmati si chocolate ice cream ini. Teksturnya was very rich, jadi kaya chocolate yang diparut, terus dijadiin ice cream. Yummy!! Saran saya cukup 1 scoop aja, 2 is a little bit too much.

Dari semuanya yang pastinya menggoda saya adalah si Butterscotch chocolate log cake, yang dijual per 100 gram, kurang lebih seharga SGD6.50an, itu nggak pernah saya temuin di Jakarta. Chocolate cake yang biasa nya juga ada, tapi dijual per 100 gram juga. Kalau anda berniat membelinya seloyang utuh, dipatok di harga SGD25.80. Demi si butterscotch ini saya rela menentengnya sampai ke kamar hotel dan menjaga supaya nggak sampe ancur creamnya.

Pas dibuka, voila, ini kue kok banyak banget creamnya, wangi caramelnya sangat semerbak, dan terpadu dengan si chocolate sponge cake. I am not a big fans of cream, jadi cream itu saya pinggir2in, tapi pas mencoba.. ehhh kok ternyata creamnya enak!! nggak kaya whipped cream biasa, tapi ada rasanya. Lupakan diet, 100 gram kan dibagi beramai-ramai, so you should share the guilts next time!! Kalau anda sekarang lagi di Singapura, atau berencana kesana, coba deh cari si kue coklat yang awfully ini di ION Orchard, ada beberapa cabang lainnya tapi saya rasa paling gampang dicari yang di orchard. Happy Hunting!!

Read Full Post »

Sebuah cake maharasa yang memang dikenal dari jaman dulu kala, bahkan nickname nya pun emang beneran ada di belahan dunia sana. Forest yang memang ditumbuhi pepohonan lebat, lalu buah dari pohon yang berjatuhan itulah yang kemudian diselipkan ditambahin ini dan itu, and voila jadilah si black forest ini atau kerennya ‘Forest Noir’.

Di Jakarta sendiri saya sempat icip2 beberapa black forest, mulai dari si Holland Bakery yang dulunya enak terus nggak tau kenapa sekarang jadi nggak enak, sampai yang hotel bintang 5 sampai outlet restaurant asal luar negeri ternama. Semuanya menurut saya lho ya, biasa aja. Enak sih, tapi nggak bikin kangen. Jadi pada dasarnya, makanan enak tuh banyak, tapi yang ngangenin cuman beberapa aja. Yang bikin saya atau anda rela menghabiskan waktu lembur di gym untuk olahraga lamaan demi asupan calories mahadashyat.

Lalu sampailah saya di negeri tetangga, tepatnya di bilangan Orchard Road, lebih specific lagi di Paragon, di bawah, sebelah market place (nggak sebelahnya persis tapi sederetan) tersebutlah di ujung sebuah apa ya, restoran bukan, cafe juga bukan, kaya tempat jualan gitu lah. Dengan interior putih2 terus display panjang yang mengumbar nafsu duniawi, soalnya semuanya keliatan enak. Sebenernya bukan yang pertama kali saya kesini, blueberry scones itu adalah tambatan hati pertama kali, terus sempet juga cobain sliced pizza nya, beberapa rasa, agak mahal untuk ukuran per slice, but trust me, it makes you beg for more. Anyway, di sebelah kanan ada display kue tentunya (Ahhh, I am having such a sweet tooth!!).

Tiramisu, Lemon Crumble, Blueberry Cheesecake, Black Forest, Flour-less Chocolate Cake, Triple layered Chocolate Cake, dan cake-cake lainnya menjadi penunggu setia disini. Beberapa sudah saya coba, rasanya emang enak tenan, tapi meskipun keliatannya kecil di box, lumayan buat sharing ber 4 (atau ber 1 buat anda sendiri). Anda cukup merogoh SGD7.50 sampai SGD8. Kalau ukuran kecil nya nggak bisa memuaskan anda, coba deh beli yang agak gedean dikit sekitar SGD11-15 kalo nggak salah, tergantung jenis kuenya. Saya jamin begitu anda ketemu sama mereka, anda lupa deh program diet anda. Sesaat dibuat mabuk kepayang!! O iya saya lupa, di rak sampingnya ada beraneka ragam salad, plus lasagna, plus ini dan plus itu yang siap di bawa pulang. O iya saya lupa, scones nya harus dicoba tuh!! Satu lagi, saya janji deh satuuu lagi aja, jangan lupa cobain lemon butter cake!! Ahhh untuk meyakinkan anda, ini dia fotonya si black forest itu!!

Read Full Post »

the chocolate cake shop

Jangan kaget dulu kalau ternyata postingan yang kali ini backgroundnya putih. Ini sesuai dengan concept si awfully chocolate itu yang sangat amat minimalist. Sebenarnya bukan pertama kali nih saya beli kue coklat maha dashyat ini. Bukan to the L to the Bay ya alias lebay, tapi memang benar kalau kata orang don’t judge the book by its cover (trust me sometimes it works!!), keliatan dari luarnya sih biasa aja, tapi rasanya bener2 a little (or a big) piece of heaven on earth. Big kalau anda menghabiskan satu loyang anda sendiri. Usut punya usut, ternyata si kue coklat ini jam terbangnya sudah lumayan tinggi di Singapura. Meskipun saya gak pernah berhasil menemuinya disana. Simpelnya, The-cake-that-make-you-feel-like-uhmmmmm..sambil merem melek.. terlena dan terbuaiiii..

Tokonya sendiri benar-benar minimalist; kalau tanpa plang, kayanya tidak akan ada yang tau kalau itu toko kue, abis design nya mirip cafe atau salon gitu. Kalau suatu hari anda melewati sebuah toko putih banget di Jalan Senopati, gak ada apa2nya cuman kadang keliatan kepala si mbak menyembul di balik meja, lalu ada tulisan ‘awfully chocolate’ nah itu dia yang saya bahas. Coba deh mampir. Semua serba putih. Tapi jangan takut, pilihan kuenya tetap coklat kok, bukan putih. Minimalist: mau yang chocolate doang, chocolate with banana atau chocolate with rum and cherry. Ukurannya pun cuman 2 options, mau ½ kg atau 1kg kalau anda memutuskan untuk share the guilt. Kembali lagi ke concept, di ruangan itu ada meja dan sofa yang juga warna putih, sebenarnya bikin bingung juga, makan di tempat udah pasti engga mungkin, minum pun mereka gak jual, lalu buat apa ya..Hmm.. mungkin buat pajangan aja daripada ruangan itu kosong. Meja si mbak pun bener2 putih polos. Yang ada album hitam lumayan besar memuat foto2 kue yang sudah ditulis2i.. mulai dari BIRTHDAY, XMAS dan sebagainya. Conceptnya minimalist jangan membayangkan si mbak juga minimalist atau pake rok supermini ya, tapi emang lumayan kurus2 dari dulu, gak ada yang gede gitu.. kaosnya si mbak pun cuman ditulis ‘I WANT ONLY’, bersambung di baliknya ‘AWFULLY CHOCOLATE’.. Cukup kreatif memang, tapi kalau si mbak engga muter ke belakang, anda gak pernah tau kan apa sambungannya. Lalu di ruangan serba putih, ketika si mbak mengambilkan kuenya di belakang, sayup2 di-setel deh lagunya Alicia Keys dengan No one lalu next si Norah Jones.. Come away with me.. my chocolate cake begitu batin saya..

Talking about the cake, ini lucunya, coklatnya gak membuat eneg, kalau anda berencana memberi sesuatu untuk calon ibu mertua yang hard-to-please, then you might want to try this cake. Tergantung ibu anda deh, mau yang coklat doang, pake pisang, atau yang rada membuat beliau mabuk kepayang merem melek: pake rum and cherry. Uniknya si kue2 ini yang katanya diimport langsung itu gak leleh meskipun di hawa panas selama 6-8jam, ketika di kulkas pun dia tidak membeku. Chocolate coatnya pun not overwhelming, so everything is just nice. Dalemnya cuman bolu coklat biasa, tapi bukan yang berarti berantakan pas dipotong. Tenang saja, engga mungkin berantakan, kecuali kalo anda memotongnya pake cutter ya. Yang banana pun ok banget, generous servings of banana between the layers, pisangnya tidak terlalu manis, chocolate pas pas pas.. Jadi oke sekali kalau disantap dengan segelas teh.. tawar kalau saya.. kalo kurang manis, mau teh manis, ya monggo saja.. Rum and cherry rasanya agak mirip black forest, tapi yang ini cherrynya banyak, bulat2 besar2.. mantappp deh pokoknya.. Ya iyalah, harga paling mahal di antara teman2nya.. Rasa rhumnya juga berasa sekali, engga lebay kalau saya bilang bisa membawa anda terbang ke langit ke tujuh atau ke sebelas kalau anda mau. Kalau mau sedikit lebay, suapan pertama seperti orgasme. Sampai sini jangan complaint ya namanya juga berlebay ria.

Ok, engga mungkin anda makan disana, karena memang tempatnya bukan buat makan, kecuali kalau anda dengan senang hati diliatin orang dari jalan Senopati sedang menyantap chocolate cake di sebuah ruangan putih bak sebuah aquarium. Dibawa pulang, maka si mbak pun dengan senang menunjukkan ‘ini lohhh kuenya’ (Tenang aja, senyuman si mbak itu free kok bukan extra charge). Lalu ces ces ces dipitain pita coklat, dikasih pisau plastik. There you go! Selamat menikmati. O iya, di meja itu pun ada guest book yang saya lihat sudah 2600 orang yang menulis, heran juga untuk apa, mungkin database nya.

Kunjungan pertama saya tahun lalu, sepertinya mereka menawarkan ice cream yang selalu statusnya ‘Coming soon’. Coba kalau si ice cream itu punya facebook, pasti statusnya saat ini ‘Kayanya gue gak jadi dijual di Jakarta deh for one reason or another’. Tadi siang si plat ice cream itu udah ngga ada, yang ada cuman si chocolate cake itu.. Mungkin gak jadi yah. Anyway, for your info, ada cabang kedua di plasa indonesia, tepatnya dimana, itu tugas anda untuk cari tau ya. Selamat mencari, selamat menikmati, ½ kg OK, sekilo pun OK, buat rame2 pasti seru, buat sendiri pun ya monggo. Siap-siap mabuk kepayang dibuatnya. Si kue coklat super-maha ini (karena maha enak, maha dashyat, maha coklat dan maha semuanya) siap dibawa pulang mulai dari Rp165 ribu rupiah.

Read Full Post »