Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘low cost terminal’

Ini bukan pertama kalinya saya terbang bersama so called budget airline. Beberapa tahun yang lalu udah pernah juga terbang bersama budget and it was a smooth trip, baik ketika berangkat maupun ketika pulangnya. Tapi dengan menjamurnya si ala budget ini, kayanya sekarang saya harus merendahkan sedikit ekspetasi saya ketika terbang bersama mereka untuk yang terakhir kalinya.

Point nya, budget airline ini cuman akan mengantarkan anda dari kota A ke kota B. Mereka nggak pernah janji bakal terbang ontime, mereka nggak pernah janji bahwa service nya bagus banget, mereka nggak pernah janji kalau cabin crew mereka semuanya enak dipandang ala supermodel look yang seragamnya rancangan Pierre Balmain dengan make up merona dan semerbak wanginya, mereka juga nggak pernah janji-janji surga lainnya. Anda bayar ticket yang emang tempat duduk anda. Tempat duduk yang janjinya leathered-seats pun ternyata hanya tempat duduk biasa. Nggak ada bantalnya.

Dengan seiringnya harga yang naik turun tiap hari atau bahkan tiap jam, terus iming-iming kursi gratis – dimana anda hanya perlu bayar tax doang, what else can you expect? Dengan kalkukasi bahwa selisih harga sekitar USD100 atau USD150 untuk perjalanan pulang pergi ke negara tetangga, anda akan pasti merasa murah banget. Lha wong ke Bali aja kadang lebih mahal daripada ke luar negeri kan.

Ternyata selisih harga tersebut adalah harga yang harus anda bayarkan untuk menerima service yang layak, contohnya kalau anda terbang full-service airlines, mereka sanggup membuka lebih dari 2 check-in counters, beberapa jam sebelum keberangkatan, namun dengan adanya embel-embel ‘budget’, counternya pun cuman 2, nggak bisa check in beberapa jam sebelumnya, itu pun dengan si mbak yang mukanya bete banget. Mungkin dari anda juga nggak keberatan kalau di pesawat kedinginan, nggak dapet makan, nggak ada inflight entertainment, jadi anda harus mikir how to entertain yourself di dalam pesawat untuk 1 jam atau 2 jam atau 3 jam. Cabin crew yang biasa aja. Cuman greetings penumpang, ngitung jumlah, terus puff.. ilang deh.. paling nanti mereka berjualan makanan atau minuman, pokoknya anda sampai di tujuan. Kalau ontime ya berarti anda lagi beruntung, kalau ternyata delayed, ya toh mereka nggak pernah suwer untuk mengantarkan anda tepat waktu (tapi saya yakin mood liburan anda pun langsung rusak, apalagi kalau anda udah menyusun rencana untuk hari itu).

Judulnya aja budget, maka terminal tempat mereka mendarat juga termasuk budget terminal, atau bahasa kerennya ‘Low Cost Carrier Terminal’. Terminal yang ini sih nggak beda jauh sama terminal bus, penuh, sesek, sempit, kadang ngantri imigrasi sampe keluar pintu terminal, kayanya sih nggak pake AC, belum lagi kalau anda mendarat bersama sejuta umat lainnya.

Jadi balik lagi, semua pilihan anda, mau full-serviced yang anda akan diperlakukan lebih layak, atau mau budget yang pokoknya sampe ke tujuan. O iya, jangan kaget ya kalau ternyata boarding pass anda itu bukan selembar karton tebal, tapi kaya struk belanja anda di supermarket. Now everyone can fly (cannnn.. of course can, tapi ontime atau engga yaa tergantung lah ya alasan ini dan itu). Selamat terbang!

Advertisements

Read Full Post »