Feeds:
Posts
Comments

Archive for July 27th, 2010

Sejujurnya udah beberapa kali saya liat restoran baru ini. Sekilas modelnya mirip dengan Loewy di Oakwood, warna hitam mendominasi mulai dari kursi, sofa, sampai ke serbet dan menu, semua hitammm. Siang itu emang nggak berencana makan disana, tapi pengen coba juga, jadi saya pun dengan pakaian seadanya (ada sendal jepit joger, ada tshirt yang biasa aja, ada celana pendek).. engga banget deh pikir saya, minder duluan, yang laennya aja eksekutip muda gituhhh ala pacificplace, belom lagi table saya di samping segerombolan tante juta (yang semuanya lebih dari sejuta harganya)..

Ternyata servicenya flawless.. si mbak mempersilahkan saya duduk, mau di luar atau di dalam. Kalau anda ready buat diliatin orang (atau ngeliatin orang) maka saya sarankan duduk di luar.. serasa jadi juri di fashion design competition gitu.. kalau anda mau leyeh-leyeh, saya sarankan duduk di dalam. Gelap-gelap gimana gituuu.

Baiklah, karena saya cuman berdua sama adik saya, dan mengingat itu adalah jam makan siang, maka pilihan appetizer pun jatuhh kepada Caprese. Irisan sundried tomato, ada yang nggak dried tomato, sama buffalo mozarella cheese yang bulet2 dan dingin!!! Saya suka ini, karena cheese nya  nggak pelit, dan ini emang yummy kalau dihidangkan dingin!! Pilihan kedua jatuh pada canneloni, tapi sayang sekali si mbak bilang canneloni dan ravioli ternyata lagi absen, jadi kita pilih grilled beef something2 gitu.. 220 gram. Saya pikir bakal sebongkah gitu, ternyata pas keluar si beef ini dipotong menjadi 3 bagian, dan dialasi salad plus mozarella cheese (lagi!!!). Well done di luar tapi tetap juicy di dalem, sama sekali nggak ada adegan berdarah-darah kali ini. Clean cut. Lalu, karena pada dasarnya sharing is caring and caring is loving, just like me and my sister, makan diputuskan untuk mencoba pizzanya. 2 Sizes yang ditulis di menu, standard atau family size. Ya tentu deh yang standard, ternyata pas dateng itu lumayang gede yang jadi 8 potong!! Nggak kebayang yang family size segede apa pizzanya. Lots of turkey ham, berasa banget olive oil nya and very thin crust!! Yummyyy. Saya nggak tanggung ya kalo anda ngiler sambil membaca blog saya ini. Kejunya juga nggak too much, just a right amount of cheese.

Dessert adalah godaan duniawi terbesar buat saya. Maka tiramisu – a classic choice yang menjadi benchmark sebuah italian restaurant menjadi pilihan saya. Plus fruit pie yang dalam bayangan saya akan membuat hidup menjadi lebih berasa dan berwarna karena buahnya warna warni. Jangan anda bayangkan tiramisu yang porsi imut2.. yang ini lumayan generous untuk 2 orang, rasa coffee nya sangat mendominasi dan nggak terlalu banyak cream cheese. Harus dicoba. Fruit pie nya pun ternyata beneran membuat hidup saya lebih berasa, berasa keras maksudnya, karena basednya agak keras jadi harus berjuang untuk memakannya. Good thing doesnt come easy!! Masih agak terlalu manis menurut saya, tapi ya bolehlah.. not the best i have eaten so far. All in all, kalau suatu saat anda ke PP coba deh makan disini, tapi kalo anda nggak sempet, yaaa silahkan dinikmati ya gambar2 berikut ini. Satu lagi, jangan salahkan saya kalau ternyata keyboard anda mulai basah.

Advertisements

Read Full Post »