Mulia has done it again!!! Hari Rabu tanggal 17 February kemarin saya berkesempatan untuk mencicipi the newly-talked-about restaurant in town, namanya cukup simple Table8 – bukan berarti tablenya cuman 8 yah. Memenuhi undangan dari hotel tersebut saya datang bersama adik saya, it was mentioned ‘INVITATION – Table8 Opening – Lunch’; I wondered if they have dinner opening too, but never mind.
Dulunya tempat dimana Table8 berdiri adalah Samudra Seafood yang juga menyediakan berbagai macam Chinese food plus dimsum. Disambut ramah oleh si mbak, dan kali ini hairdo mbaknya kok sama semua ya, hitam pekat, poni dora, lipstik merah menyala, dengan uniform yang uber-cool menurut saya, hitam panjang, abu-abu atasnya.
Ternyata table yang disediakan untuk saya persis di dekat jendela dimana air terjun berada, membuat suasana siang itu jadi agak adem. Table for 4 tapi hanya diisi untuk saya dan adik saya. Dari luar, anak baru Mulia itu cukup temaram, gelap-gelap remang-remang gimana gitu, tapi lumayan airy and bright dari dalam. Sebenarnya this is not my first visit, my first one was on Chinese New Year Eve but that would be another story.
Singkat kata, saya order iced lemon tea, gelasnya tidak sebesar yang dulu (atau karena ini opening ya), dan tamu meja sebelah sudah ramai membahas masalah interior bersama seorang petinggi hotel tersebut. Lalu salah satu dari mereka terkesima ketika si tukang teh menuangkan airnya, something like art-TEA-stic.. dan setelah beberapa saat gumpalan putih di gelas tersebut berubah menjadi bunga tergantung dari jenis teh yang dipesan. Cukup membuat mereka uhh-uhmmm..
Karena masih dalam suasana Chinese New Year saya langsung ke tempat dimana si mas sedang meracik yee-sang, sejenis appetizer yang bahannya 8 macam, sausnya 8 macem juga, campur2.. di tossed. harusnya didoakan juga, supaya di tahun yang baru murah rejeki, sehat selalu, panjang umur, enteng jodoh juga mas hahaha.. Saya pun memilih topping salmon.. beberapa lembar doang, tapi okelah, si mas dengan senang hati kasih tambah kalo mau lagi.. 2 servings for yee-sang.. and this is one of the best that I have ever had!!
Next, semi open-kitchen style, siang itu dipenuhi para pelaku bisnis, dan segerombolan ibu2 yang sedang arisan dalam rangka CNY kali ya, semua mengenakan warna merah, cheong-sam belahan tinggi, high-heels shoes, belum lagi lipstick merona, sanggulan tinggi, bling bling semua. Gemerlap deh untuk ukuran makan siang, maksudnya dandanan si ibu yah. Bener2 juara haha mungkin mengimbangi suasana restaurant yang sooo high class ya. Anyway, black pepper beef cubes was nicely done dan ternyata itu wagyu beef.. no wonder, just nice. Table8 juga menyediakan assorted BBQ meat, mulai dari ayam, pork, bebek juga ada, tapi juaranya adalah si peking duck. Baru dipotong, ditaro, langsung ludes hahaha siapa cepat dia dapat!! Yang satu ini surely not to be missed!!
Di ujung tikungan sebelah yee-sang station ada friend shrimp with almond wasabi mayo something-something, ini juga enak, udangnya gendut2, tapi jangan banyak2 yah, bukan eneg, tapi cholesterol!! haha.. Kalau jalan terusan dikit, ada dimsum station, baked and fried, mau berapa biji, berapa loyang, sesuai capacity perut masing-masing ya. Condiments nya pun self-service.. enak tapi gorengannya agak berminyak.
Akhirnya sampailah dessert, pilihan pertama saya black sesame pudding, authentically done! Kalau gak suka wijen hitam mending jangan yang ini, rasanya bener2 wijen dijadiin ager-ager, tapi enak, manis manis pahit pahit gimanaa gitu. I like it.. Terus white fungus with papaya juga enak, meskipun imut-imut porsinya tapi boleh kok nambah sepuasnya.. Terakhir sebelum diminta tanda-tanganku oleh si mas, almond pudding with buah2an dipotong2.. ini juga enak, tapi kurang nendang..Desserts’ display nya sih menarik, pengen dicoba semua, tapi apa mau dikata, perutnya udah kenyang banget.. Station appetizers (hot and cold), nasi (putih and goreng), daging , mie, stir-fried terpaksa saya lewatkan begitu saja. Honestly I am not a big eater, pengen coba ini itu aja hehehe.
Saya gak over-rating it, tetapi servicenya memang excellent, meskipun semua terlihat sibuk. Pasalnya saya hanya observing design ruangannya dan tiba2 salah seorang manager yang bertugas langsung menghampiri saya dan menanyakan apa yang bisa dibantu. Padahal saya cuman nengok kanan kiri doang. Lalu ketika saya bilang nggak papa, dia pun langsung tanya gimana kesan makanannya so far? Apa yang kurang? ini itu and descray and descray..
Overall, it was exceeding my expectation, tapi karena udah beberapa kali dine in di tetangganya (Orient8) jadi kurang lebih expectationnya seperti itu deh.. standard Mulia. Excellent service, good food, nicely done ambiance, without being too much. Cuman satu kurangnya, I wonder, kenapa strictly prohibited no photographs ya? Atau karena belum grand-opening? atau takut ditiru? atau jadi gak enjoy karena flash kanan kiri? atau jadi gak menikmati suasana karena asik upload foto di facebook? hahaha. All in all, it was nice!! complimentary pula. Soal harga, kalau anda doyan makan, eat-all-you-can, all-you-can-eat, disini deh tempatnya.. splurge yourself!!
very well written review nang!
i enjoy reading it especially ur experience with Garuda Indonesia.
now about the photography issue. kayanya krn beberapa hal:
1. the restaurant tries to minimize disturbance, e.g. the use of a flash from a camera sometimes can disturb the other guests. Some guests want to enjoy the full experience – decor, service, food, without the “interruption”. this is silly i know, but i guess some people are still conventional. ehehehe.
2. according to the table manner, just like using cell phone during dinner or lunch, the use of camera is also forbidden. Kalo casenya BBM gimana ya? hahaha u kno everyone right now is so addicted to answer their BBM.
3.bisa juga like what u said takut ditiru atau krn belum grand opening jadi ngga mau menu2 handalnya sudah memenuhi blog.
4. to avoid food critics? heheehe wah berarti ngga masukin customer input dong…
neways.. once again i really enjoy reading ur blog
wooohoooo.. seorang Yacko baca blog gue!! ahahahaha.. miss miss jadi saya dapet brapa nih?? hahahahaha.. iya ya Yan yang table8 itu.. tapi pas terakhir gue makan disana udah mulai banyak orang foto2 di dalemnya, padahal larangan buat foto2 masih ditaro di pintu masuk..BBM juga gitu.. bb nya digenggem di tangan even pas mereka ambil makanan.. termasuk gue sih, takut kalo ditinggal di meja haha secara lumayan rame..
Liiimmm… semalam gw abis mkn di Table8. So, sampai saat ini lu udh tau blm kenapa rambut waitress-nya potongan dora semua? semalam gw gak ngeh kalau rambut waitress-nya seragam, gw pikir waitress yang mondar-mandir depan gw ya orangnya itu-itu juga, tapi trus gak sengaja gw perhatiin, lho ternyata orangnya beda toh, baru deh gw perhatiin koq semua rambutnya sama. Trus, menurut teman gw yang kerja di sana, mereka itu pake wig & 1 waitress dikasih 2 wig, biar bisa ganti2. Nah, asal mula mereka dipakein wig dora itu karena salah satu direktur Mulia terpesona sama seorang waitress yang rambutnya model dora itu, semenjak itu waitress tsb gak boleh ganti model rambutnya & pendeknya pun harus sependek itu, gak boleh melebihi pundak, kemudian jadilah waitress2 lainnya disuruh pake wig yang modelnya sama seperti model rambut waitress idola direkturnya itu… cukup lucu juga sih gw ngedenger cerita teman gw itu, but that is true.
Trus, mengenai yang larangan foto2 itu. Menurut teman gw itu, foto2 boleh aja asal ada orangnya, maksudnya gak boleh foto2 ruangannya aja (kalo dipikir2, ngapain jg motoin ruangannya aja tanpa kitanya ya, tar kan gk bs ditag di FB… hehehe…). Semalam malahan gw fotoin & videoin si ‘TUKANG AIR’ yang lagi beratraksi…
oooo iya gue udah curiga dari awal.. kalo si mbak2 itu pake wig semua dan ternyata memang benar adanya hahahahaha.. pengen makan sana lagi ahhh.. bebeknya ngangeninnnnn.. huehehehe..